Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Esai

Teringat Orangtua Saat Akan Wuquf

×

Teringat Orangtua Saat Akan Wuquf

Sebarkan artikel ini

PERSIAPAN Armina, Arafah, Muzdalifah dan Mina. Sebagai puncak haji, butuh persiapan maksimal agar ibadah haji juga maksimal.

Penantian panjang bagi jamaah yang sudah datang sebulan lalu akan berakhir. Saatnya akan datang wuquf di Arafah, mabit di muzdalifah dan melontar jumrah di Mina.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Puncak haji yang ditunggu semua jamaah saat ini. Saat dimana, jutaan manusia berkumpul di satu tempat bernama Arafah. Saat di mana ampunan Allah diberikan.

Beberapa hari sebelum hari “H” ketua kloter selalu mengingatkan agar hemat energi. Hemat tenaga. Karena puncak haji akan datang butuh tenaga ekstra.

“Tunda yang mau ke masjidnya dulu, karena kita butuh banyak tenaga,” katanya kepada jamaah.

Kami pun mengamininya. Bersantai sambil menyiapkan bekal yang akan kita bawa menginap beberapa hari di Armina. Katanya, ga usah banyak bekal yang dibawa. Cukup beberapa potong pakaian dan makanan.

“Yang penting bekal keimanan harus benar-benar siap,” kata temen pemandu jamaah.

Saya naik ke rooftop di maktab. Tempat ini di khususkan untuk menjemur pakaian. Ada sedikit ruang untuk duduk, dan melihat ke bawah. Melihat aktifitas jamaah di Alhijra Street di bawah hotel.

Entah dorongan apa, ketika suasana seakan sangat bersahabat. Hembusan angin sangat indah. Apakah ini ribuan malaikat yang juga sudah bersiap-siap mencatat wuquf? Ya Allah, aura haji ini benar-benar sudah terasa.

Saya seakan tergugah, dalam hati memanggil bapak-ibu, untuk mengharap ridhonya. Bapak-ibu yang belum bisa merasakan aura wuquf. Bapak-ibu yang demikian merindu bisa ke tanah suci ini.

Ayah saya almarhum adalah pengajar agama, juga pengajar manasik haji/umroh di kampung. Sampai meninggal beliau belum diberi kesempatan bisa umroh atau haji. Di tas kecilnya, selalu terselip buku manasik dari departemen agama. Sudah lusuh, tetapi masih selalu digunakan. Wujud kerinduan yang mendalam dari seorang ustadz kampung.

Ibu saya almarhumah juga begitu. Meski ibu sudah lebih beruntung karena sudah sempat umroh beberapa saat setelah ayah meninggal. Tapi beliau belum berhaji.

Tak terasa airmata mengembang. Mengingat kerinduan kedua orangtua kami. Wahai udara Misfalah, yang mungkin kalian udara yang sama yang sudah membantu menemani Rasulullah di sini. Sampaikan salam kami kepada orangtua hamba.

Setelah lega, kami turun lagi ke kamar. Diantara kami jamaah tampak juga lebih banyak diam. Mereka tampaknya juga mengalami kegalauan sama dengan saya saat menghadapi saat wuquf.

Labbaik allahumma labbaik…

Semoga besok agenda ke Arafah dilancarkan. Semua jamaah bisa melalui puncak haji dengan kelengkapan rukun dan tentu, agar meraih ridho dengan haji yang mabrur. Allahumma amien.

 

Penulis : Chotim Wibowo (IPHI Kota Bekasi)

Example 120x600
Esai

Sebab, masa lalu adalah kumpulan pengalaman yang membentuk karakter dan memberikan pelajaran berharga melalui keberhasilan maupun kegagalan.

Esai

Perpisahan ini menandai transisi dari “kawah candradimuka” Ramadhan menuju ujian kehidupan nyata di bulan-bulan berikutnya.

Esai

Beberapa waktu sebelum itu, KPK telah mengamankan Bupati Rejang Lebong (Bengkulu), Muhammad Fikri Thobari, Bupati Pati (Jawa Tengah), Sudewo, Gubernur Riau, Abdul Wahid, Bupati Bekasi, Ade Kuswara, serta Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko.

Esai

Padahal, bencana besar seringkali bukan datang dari serangan luar yang kejam, melainkan dari pembusukan di dalam yang kita biarkan karena kita merasa hal itu terlalu “rendah” untuk diperhatikan.

Esai

Karena itu, pertobatan ekologis menjadi semakin relevan mengingat persoalan banjir dan longsor belakangan ini sebagai akibat pengingkaran atau penyangkalan terhadap eksistensi dan signifikansi bumi dan alam. Ini tidak terbatas pada terjadinya bencana alam berupa tanah longsor, banjir, dan mungkin kedepan muncul prahara kekeringan.