Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Visa Belum Keluar, 17 Calhaj asal Kabupaten Bekasi Tertunda Berangkat ke Tanah Suci

×

Visa Belum Keluar, 17 Calhaj asal Kabupaten Bekasi Tertunda Berangkat ke Tanah Suci

Sebarkan artikel ini
Koper jamaah Calhaj asal Kabupaten Bekasi yang tertunda keberangkatannya karena visa belum turun tertahan di kantor Kemenag Kabupaten Bekasi. (Photo: Jiban)

Sebanyak 17 calon jamaah haji (Calhaj) asal Kabupaten Bekasi tertunda keberangkatannya ke Tanah Suci karena masalah visa yang belum keluar. Meski demikian, Kemenag Kabupaten Bekasi telah menyiapkan jamaah pengganti sehingga Kloter 1 tetap berjumlah 435 orang.

Menurut Kepala Kemenag Kabupaten Bekasi, Sobirin, jamaah yang tertunda keberangkatannya adalah jamaah cadangan yang melakukan pelunasan di tahap dua.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Mereka akan kita berangkatkan di kloter berikutnya, yakni Kloter 9,” jelas Sobirin, kepada wartawan pada Jumat, 02 Mei 2025.

Lima tas koper besar milik jamaah yang tertunda keberangkatannya sudah berada di Bandara.

Sementara 12 tas koper lainnya tertahan di Kantor Kemenag Kabupaten Bekasi.

Meskipun tas koper sudah siap, jamaahnya sendiri tidak dapat berangkat karena masalah visa.

Example 120x600
Berita

“Kehadiran kepolisian harus memberikan manfaat yang nyata. Dalam situasi seperti ini, kecepatan merespons harus berjalan seiring dengan ketepatan tindakan. Masker menjadi perlindungan awal yang dapat langsung digunakan oleh masyarakat,” kata Kholis, dikutip Bekasiguide.com, Minggu 6 September 2026.

Berita

“Melalui program Light Up The Dream, kami ingin menghadirkan manfaat listrik secara langsung bagi masyarakat yang selama ini belum memiliki sambungan listrik mandiri. Kami berharap penyalaan listrik di kediaman Bapak Enin dapat memberikan rasa aman dan nyaman, sekaligus mendukung berbagai aktivitas keluarga sehari-hari. Bagi kami, setiap sambungan listrik yang terwujud bukan hanya menghadirkan terang, tetapi juga membawa kemudahan dan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat.” ungkap Firman, Jumat 04 September 2026.

Berita

“Kita harus bisa mewaspadai penyakit yang baru muncul atau emerging disease. Dengan perubahan iklim, mungkin ada beberapa jenis virus yang selama ini tidak berkembang. Begitu ada perubahan iklim, virus tersebut bisa berkembang dan menyebar,” ujar Sriyanto dikutip Bekasiguide.com, Kamis 3 September 2026.