Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

PLN Bekasi Gerak Cepat Amankan Aliran Listrik Di Wilayah Terdampak Banjir

×

PLN Bekasi Gerak Cepat Amankan Aliran Listrik Di Wilayah Terdampak Banjir

Sebarkan artikel ini
Petugas PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bekasi bergerak cepat untuk memastikan keselamatan masyarakat dari potensi bahaya kelistrikan di musim penghujan dan banjir. (Photo: Istimewa)

BEKASI- Dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir di beberapa wilayah Bekasi, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bekasi bergerak cepat untuk memastikan keselamatan masyarakat dari potensi bahaya kelistrikan.

Sebagai langkah preventif, PLN melakukan pemadaman listrik di area terdampak, termasuk Babelan, Kampung Pulo Daon, Perumahan Villa Indah, dan Kampung Pulo Timaha. Sebanyak 4 gardu listrik dan 396 pelanggan terdampak dalam kejadian ini. Tindakan ini dilakukan guna menghindari risiko bahaya yang dapat ditimbulkan oleh genangan air terhadap jaringan kelistrikan.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

PLN UP3 Bekasi telah mengerahkan petugas untuk memantau kondisi di lapangan dan memastikan infrastruktur kelistrikan aman sebelum melakukan penyalaan kembali. Pemulihan aliran listrik dilakukan secara bertahap dengan koordinasi intensif bersama pihak berwenang dan masyarakat setempat guna memastikan keselamatan semua pihak.

“Keselamatan pelanggan adalah prioritas utama kami. Oleh karena itu, kami melakukan langkah-langkah pencegahan dengan memadamkan listrik di wilayah yang terdampak banjir untuk menghindari risiko bahaya kelistrikan,” jelas Donna Sinatra, Manager PLN UP3 Bekasi kepada awak media termasuk bekasiguide.com pada Rabu, 29 Januari 2025.

Donna menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan petugas di lapangan untuk memastikan aman dilakukan pemulihan kelistrikan di lokasi terdampak banjir.

“Kami terus berkoordinasi dengan tim di lapangan untuk memastikan suplai listrik dapat dipulihkan dengan aman. PLN akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat serta meminimalkan dampak akibat cuaca ekstrem,” tambahnya.

Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Barat, Agung Murdifi mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan menghindari instalasi listrik yang terkena air.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap bahaya listrik di musim hujan ini. Jika ada gangguan atau kondisi berbahaya, segera laporkan melalui aplikasi PLN Mobile atau Call Center 123 agar kami dapat segera mengambil tindakan,” ujar Agung.

PLN berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan serta memastikan suplai listrik kembali normal dengan aman dan terkendali setelah kondisi memungkinkan. Dengan dukungan masyarakat, PLN Jawa Barat yakin proses pemulihan dapat berjalan dengan cepat dan aman.

Example 120x600
Berita

“Pada pelaksanaanya, kita mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di Apartemen Center Poin, ada orang asing yang mencurigakan, akhirnya kita melakukan pengecekan dan pengawasan, ternyata mereka melakukan tindak pidana penyalahgunaan keimigrasian,” kata Filianto dikutip Bekasiguide.com, Jumat 29 Agustus 2025.

Berita

“Jadi yang kami musnahkan ada 5,5 juta batang rokok. Kemudian ada 1.877 liter miras ilegal. Kemudian juga ada 600 kilo ini barang-barang yang mengandung haki, itu hasil hutang kami atas penagihan hutang kami ke perusahaan yang ada di Bekasi,” kata Winarko, Kamis 28 Agustus 2025.

Berita

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami. Jarak aman minimal 3 meter dari jaringan listrik ini penting untuk dipatuhi guna menghindari risiko kecelakaan seperti sengatan listrik, kebakaran, atau gangguan jaringan. Kami terus aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya jika ketentuan ini diabaikan,” ujar Donna dalam keterangan resminya dikutip bekasiguide.com pada Rabu, 27 Agustus 2025.

Berita

“Terima kasih atas dukungan kepada Ibu Liliawati Rahardjo selaku Komisaris PT Summarecon dan Adrianto P. Adhi Komisaris PT Summarecon, atas peran serta Summarecon yang melakukan bedah 500 rumah tidak layak huni,” ujar Maruarar dikutip Bekasiguide.com, Jumat 22 Agustus 2025.