Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Peristiwa

Viral Video Bullying di SMPN 34 Kota Bekasi, Pihak Sekolah Berikan Klarifikasi

×

Viral Video Bullying di SMPN 34 Kota Bekasi, Pihak Sekolah Berikan Klarifikasi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Stop Bullying. (Image : Istimewa)

Beredar video di aplikasi pesan singkat Whatsapp aksi perundungan (Bullying) yang terjadi di SMPN 34 Kota Bekasi. Dalam video yang beredar, terlihat ada sekumpulan siswa yang tengah melakukan perundungan, itu terlihat menoyor kepala korban. Di saat yang sama, mereka juga menyeret dan menonjok pipi siswa SMP tersebut.

Ketua Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Sekolah (TPPKS) Kota Bekasi, Wijayanti memberikan klarifikasi bahwa tak pernah ada aksi perundungan di lingkungan sekolah SMPN 34 Kota Bekasi.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Menurut dia, kejadian itu merupakan spontanitas yang dilakukan oleh para siswa.

“Kami akui bahwa itu memang benar adalah siswa siswi dari SMPN 34 Kota Bekasi. Hal ini terjadi di luar jam sekolah dan secara spontanitas karena tidak ada permasalahan di antar siswa siswi kami,” kata Wijayanti dikutip bekasiguide.com pada Kamis, 22 Agustus 2024.

Kejadian itu bermula saat ada dua orang siswa yang melepas atribut hari kemerdekaan di SDN Jatimekar 3 pada Selasa (20/8/2024). Kemudian, ada sejumlah siswa yang tidak terima sehingga memojokkan dua orang siswa tersebut.

“Jadi kejadiannya itu berawal dari adanya dua orang siswa yang melepas atribut tujuh belasan kemudian pas jam pulang sekolah, spontanitas terjadi kejadian kayak gitu,” jelas Wijayanti.

Wijayanti mengatakan, terkait dengan hal itu pihak sekolah telah melakukan pembinaan terhadap siswa dan orangtuanya.

“Ini sudah diselesaikan secara baik-baik antara siswa dan orang tua juga. Kami sudah menindaklanjuti perihal hal ini,” pungkasnya.

Example 120x600
Peristiwa

“Tentunya kami sangat prihatin dan turut berdukacita kepada keluarga korban. Ada dua orang yang meninggal dunia. Namun alhamdulillah, sore ini kami sudah mengamankan empat orang yang diduga sebagai pelaku. Untuk motifnya masih kami pelajari,” kata Kusumo kepada wartawan, Sabtu 20 Juni 2026. 

Peristiwa

“MKJ diketahui oleh ibunya sedang membuka lemari dan diduga mengambil BPKB sepeda motor yang ada di dalamnya. Setelah itu, tanpa alasan yang jelas, pelaku menyampaikan kepada orang tuanya bahwa ia akan pergi sambil membawa dua anaknya menggunakan sepeda motor tersebut,” ungkapnya.