Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Metropolitan

Penerimaan Peserta Didik Baru Wajib Lampirkan KIA

×

Penerimaan Peserta Didik Baru Wajib Lampirkan KIA

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi, Taufik Rachmat Hidayat menyerahkan Kartu Identitas Anak (KIA) ke warga. (Poto: Istimewa)

Kartu Indentitas Anak (KIA) wajib dilampirkan untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Bekasi tahun 2024. Hal itu berdasarkan instruksi Wali Kota Bekasi Nomor 400.12/12/DISDUKCAPIL. Yanduk tanggal 25 Maret 2024 tentang pemberlakuan syarat memiliki Kartu Induk Anak (KIA) pada pelaksanaan PPDB.

Kepala Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi, Taufik Rachmat Hidayat mengatakan,  bahwa secara ketentuan kita ada namanya Pemenuhan Hak Anak yang ditargetkan oleh Pemerintah Pusat.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Maka dari itu di tahun 2024, sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, maka siswa yang ingin mendaftar PPDB diwajibkan memiliki Kartu Identitas Anak (KIA).

“Bukan karena tidak memiliki KIA jadi tidak bisa ikut PPDB, tapi kita ingin meningkatkan kesadaran masyarakat, bahwa fungsi KIA sebagai upaya memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara khususnya bagi anak bangsa,” tegas Taufiq, Selasa 14 Mei 2024.

Taufiq menyebut, sekarang ini pelayanan pembuatan KIA sudah dilakukan di 56 Kelurahan guna mempermudah orang tua atau bisa kolektif dengan wali murid.

Oleh karena itu dirinya optimis, dengan diwajibkannya syarat kepemilikan KIA saat PPDB 2024, maka target nasional yang dicanangkan 60 persen bisa tercapai.

“Saat ini sudah 50 persen masyarakat sudah memiliki KIA, sekarang ini kan pelayanan sudah di 56 kelurahan, saya optimis target bisa tercapai sampai 70 persen,” harap Taufiq.

Example 120x600
Metropolitan

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari gerakan keagamaan, tabur bunga untuk mengenang para pahlawan, hingga peresmian sejumlah infrastruktur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memotivasi masyarakat dalam membangun kota.
“Ini adalah rangkaian peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi. Kemarin ada gerakan mengenal Al-Qur’an, gerakan cinta Al-Qur’an melalui kegiatan menulis dan membaca Al-Qur’an, kemudian juga tabur bunga untuk mengenang para pahlawan,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi saat ini merupakan pewaris kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Selain itu, dalam momentum HUT Kota Bekasi tahun ini, pemerintah juga meresmikan sejumlah fasilitas serta membuka akses jalan yang dinilai menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga.
“Hari ini kita juga mempersembahkan satu jalan yang menjadi urat nadi Kota Bekasi, yaitu Jalan Swatantra yang sudah dibuka. Ini merupakan kerja keras yang dipercepat untuk dipersembahkan pada peringatan HUT Kota Bekasi,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa usia ke-29 tahun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Ini hanya bisa dilakukan jika masyarakat bersatu, bergotong royong, dan peduli terhadap pembangunan kota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang daerah, yakni M.H. Subuan. Penghormatan dilakukan dengan penempatan helm pahlawan serta penyediaan infografis sejarah di area Alun-Alun Kota Bekasi agar masyarakat dapat mengenal perjuangan tokoh tersebut.
Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota ke depan.
“Pemerintah hanya menggelorakan semangatnya, tetapi pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.