Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Politik

Antisipasi Politik Identitas, Karang Taruna Sepanjangjaya Gelar Diskusi

×

Antisipasi Politik Identitas, Karang Taruna Sepanjangjaya Gelar Diskusi

Sebarkan artikel ini

Karang Taruna Sepanjangjaya, Rawalumbu, Kota Bekasi menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang membahas isu penting tentang antisipasi politik identitas dan pemanfaatan rumah ibadah untuk kegiatan politik, Rabu, 8 November 2023.

Diskusi yang berlangsung meriah ini diselenggarakan di Kedai Kopi Prambanan, Jalan Prambanan Raya No. 15, Kelurahan Sepanjangjaya, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kota Bekasi, Choirunnisa Marzoeki, mengatakan politik identitas menjadi perhatian serius karena potensinya untuk menciptakan perpecahan dalam masyarakat.

“Politik identitas ini bisa menimbulkan perpecahan karena di dalamnya ada hasutan dan sebagainya,” katanya di tengah diskusi. Karena itu, peran dari masyarakat sangat penting untuk melakukan pengawasan dan pelaporan jika ada temuan di lapangan.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi, Afif Fauzi menyoroti peran generasi milenial dan Gen Z dalam pemilihan umum yang akan digelar pada 14 Februari 2024 mendatang.

Ia menjelaskan bahwa saat ini, sekitar 60 persen pemilih dalam pemilu adalah milenial, dan Gen Z. Sehingga memiliki andil besar dalam kesuksesan pemilu. Diskusi ini menjadikan pemahaman tentang politik identitas dan pemilihan yang bijak semakin penting bagi generasi muda.

“Kami berharap warga bisa ikut serta mengawal prosesnya,” ucap dia.

Ketua Karang Taruna Kota Bekasi, Darkam Suryadi, juga memberikan pandangannya tentang pentingnya peran Gen Z dalam pemilu. Ia menyatakan bahwa Gen Z harus lebih teliti dalam memilih, perlu mempertimbangkan latar belakang agar tidak salah dalam memilih wakil rakyat di lembaga legislatif selama lima tahun ke depan.

“Harus pro terhadap kepentingan masyarakat, misalnya hari ini sekolah belum gratis. Semestinya, sekolah tidak bayar, karena sudah menjadi amanat UUD 1945,” kata Darkam.

Diskusi ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih baik kepada generasi muda, terutama Gen Z, tentang pentingnya berpartisipasi dalam proses politik dan pemilu sambil menghindari perpecahan yang dapat muncul akibat politik identitas.

Karang Taruna Kota Bekasi berkomitmen untuk terus mendukung pendidikan politik dan kesadaran sosial di kalangan generasi muda guna menciptakan masyarakat yang lebih baik dan bersatu.

Sopyan, Ketua Karang Taruna Kelurahan Sepanjangjaya, Kecamatan Rawalumbu, menekankan urgensi sosialisasi pemilu kepada Gen Z. Menurutnya, sosialisasi ini sangat penting karena berkaitan dengan masa depan bangsa.

Dalam menghadapi isu politik identitas, pemahaman yang baik dan pemilihan yang bijak menjadi kunci untuk menjaga persatuan dan kesatuan dalam masyarakat.

Waspada Hoaks!

Asisten Daerah II Kota Bekasi, Inayatullah yang juga hadir dalam diskusi itu mengatakan, pemilih sekarang tidak lepas dari genggaman telepon selular. Artinya, semua informasi berkaitan dengan pemilihan umum dapat dengan mudah diakses.

“Kita harus bijak menggunakan media sosial agar bisa membedakan mana informasi yang benar dan mana informasi yang hoaks untuk menentukan kehidupan kita kedepannya,” kata Inay.

Example 120x600
Politik

“Beliau banyak membantu masyarakat, contoh seperti membantu anak sekolah, pengecoran jalan di wilayah yang belum tersentuh pembangunan. Belum lagi Gus Shol sapaan akrab H Sholihin juga kerap membantu program rutilahu di Kota Bekasi,” ucap Ahmad Yani dikutip bekasiguide.com, Kamis 20 Juni 2024.

Politik

“Bisa jadi ketika pantarlih melakukan coklit, ada warga di TPS-nya belum terdaftar sebagai pemilih. Pantarlih juga berkewajiban untuk memasukkan warga yang belum terdaftar tersebut ke DP4. Sehingga diharapkan dari hasil coklit tersebut warga yang benar-benar memiliki hak sebagai pemilih benar-benar terdaftar. Sedang yang tidak memenuhi syarat, misalnya, meninggal atau menjadi anggota TNI/Polri dicoret dari DP4,” ungkapnya dikutip bekasiguide.com pada Sabtu 15 Juni 2024.