Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Peristiwa

Diduga Bermodal Sendok Makan, 7 Tahanan Kabur Bobol Tembok Kamar Mandi

×

Diduga Bermodal Sendok Makan, 7 Tahanan Kabur Bobol Tembok Kamar Mandi

Sebarkan artikel ini
Caption : ilustrasi tahanan kabur. (Poto: istimewa)

BEKASI- Sebanyak 7 orang tahanan Polsek Jatiasih yang berada di Jl. Wibawamukti II kelurahan Jatiasih kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, dikabarkan melarikan diri pada Kamis (13/10/2022) pukul 21.39 WIB.

Polsek Jatiasih langsung melakukan penyisiran ke pemukiman warga, salah satunya dilakukan di Jalan Durian 2 RT 05 RW 10 kelurahan Jatiasih.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Seorang warga berinisial BP mengatakan, sekitar pukul 21.30 WIB dirinya melihat ada beberapa pihak dari kepolisian melintas dan saat diketahui rupanya petugas sedang melakukan penggeledahan.

“Ada penggeledahan, awalnya anggota polisi lewat saya kira patroli, pas saya tanya yang bawa motor ternyata dia nyebutin ada tahanan yang kabur,” kata BP warga setempat, Jumat (14/10/2022).

BP menyebut, sempat menanyakan pada salah satu anggota kepolisian terkait berapa jumlah tahanan yang kabur, kemudian di jawab berjumlah 7 orang.

“Saya tanya berapa (tahanan) yang kabur, dia menjawab tujuh,” ujarnya.

Diketahui dari informasi yang diterima Bekasiguide.com, ketujuh napi tersebut kabur melalui ruang tahanan tepatnya di tembok samping kamar mandi yang ditemukan dalam keadaan bolong dan besi teralis di bengkokan.

  1. Sementara barang bukti yang ditemukan, satu buah besi ukuran 13 dengan panjang 20 centimeter dan sebuah sendok makan. (Mae)
Example 120x600
Peristiwa

“Tentunya kami sangat prihatin dan turut berdukacita kepada keluarga korban. Ada dua orang yang meninggal dunia. Namun alhamdulillah, sore ini kami sudah mengamankan empat orang yang diduga sebagai pelaku. Untuk motifnya masih kami pelajari,” kata Kusumo kepada wartawan, Sabtu 20 Juni 2026. 

Peristiwa

“MKJ diketahui oleh ibunya sedang membuka lemari dan diduga mengambil BPKB sepeda motor yang ada di dalamnya. Setelah itu, tanpa alasan yang jelas, pelaku menyampaikan kepada orang tuanya bahwa ia akan pergi sambil membawa dua anaknya menggunakan sepeda motor tersebut,” ungkapnya.