Membangun Kesadaran Kolektif dalam Penyelenggaraan Pendidikan di Kota Semarang

Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) yang diadakan POKJA Pendidikan Keluarga Dinas Pendidikan Kota Semarang. (poto: Rifki Nugroho)

SEMARANG- POKJA Pendidikan Keluarga Dinas Pendidikan Kota Semarang beberapa waktu lalu tepatnya pada 24 Juli 2019 telah menggelar kegiatan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) mengambil tema “Sinkronisasi program kerja pelibatan keluarga dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan,” di ruang Oval lantai II gedung A Dinas Pendidikan Kota Semarang.

Hary Waluyo selaku Sekretaris Dinas Pendidikan sekaligus sebagai ketua Pokja Pendikel Dinas Pendidikan Kota Semarang mengatakan, pentingnya membangun kesadaran kolektif dalam penyelenggaraan pendidikan di Kota Semarang. Selaku Ketua Pokja ia mengharapkan, semua stakeholder khususnya yang berada di lingkungan Pemerintahan Kota untuk memiliki pemikiran yang sama tentang pentingnya pendidikan keluarga sebagai unit terkecil dari satuan pendidikan pertama dan utama.

Hary Waluyo menjelaskan, dengan diselenggarakan DKT ini diharapkan juga akan terjalin kemitraan dengan berbagai instansi, terkait dalam pelaksanaan program pendidikan keluarga di satuan pendidikan, keluarga dan masyarakat. Keluarga memang memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan untuk mencapai tujuan yang harapannya yakni anak berkarakter dan memiliki budaya prestasi.

“Pelibatan keluarga dalam penyelenggaraan pendidikan memerlukan sinergitas antara satuan pendidikan, keluarga dan masyarakat. Maka dalam hal ini Pokja Pendidikan Kelurga Dinas Pendidikan Kota Semarang berkewajiban memfasilitasi terjalinnya kemitraan dengan institusi terkait dalam pelaksanaan pendidikan keluarga,” terang dia pada Rabu (11/09/2019).

Ia mengungkapkan, dalam kegiatan Diskusi Kelompok Terpumpun tersebut dirinya mengulas soal kebijakan teknis pelibatan keluarga dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan. “Kita mengutamakan terwujudnya kerjasama dan keselarasan program pendidikan di sekolah, keluarga dan masyarakat sebagai tri sentra pendidikan dalam membangun ekosistem pendidikan yang menumbuhkan karakter dan budaya prestasi peserta didik,” terang dia.

Sementara itu, Sutarto selaku Kepala Bidang SMP sekaligus Anggota Pokja menambahkan, Manajemen pelibatan keluarga dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan sangat diperlukan.  Selain itu, ia juga menekankan fungsi manajemen seperti Planning (fungsi perencanaan ), Organizing (fungsi pengorganisasian), Directing (pengarahan ), Controlling (fungsi pengendalian) pelibatan keluarga dalam pendidikan di satuan pendidikan.

“Jadi, dari kegiatan ini menghasilkan beberapa rekomendasi yang nantinya akan digunakan sebagai bahan pertimbangan penyusunan instrumen pendampingan Pokja Pendidikan keluarga di satuan pendidikan kedepannya,” tandas dia.

Sekadar informasi, Peserta yang hadir dalam DKT dari berbagai unsur baik dari pemerintah, perguruan tinggi, organisasi mitra dinas, maupun dari unsur pejabat fungsional. Peserta dari pemerintah yakni Dewan Pendidikan, Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, DP3A, dan Dinas Pendidikan. Sementara, dari perguruan tinggi diantaranya Universitas Negeri Semarang, Universitas PGRI dan Universitas IVET Semarang. Dari organisasi mitra dinas yang hadir PKK, HIMPAUDI, IGTKI, Forum Pos Paud. Peserta lainnya yang hadir dari para penilik, pengawas TK, pengawas SD, pengawas SMP ditambah seluruh anggota Pokja termasuk didalamnya Kabid dan Kasi PAUD dan PNF, Kabid dan Kasi SD, serta Kabid dan Kasi SMP. (Rifki Nugroho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *