Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Metropolitan

Dua Perampok Nasabah Bank Dibekuk Polisi

×

Dua Perampok Nasabah Bank Dibekuk Polisi

Sebarkan artikel ini
Dua pelaku perampokan nasabah bank diamankan di Polsek Cikarang Selatan, Selasa (20/08). (Poto:Lis)

BEKASI- Dua dari tiga pelaku perampokan nasabah Bank berhasil dibekuk anggota Polsek Cikarang Selatan pada Rabu (07/08) lalu. Satu pelaku lainnya masih diburu polisi.

Kapolsek Cikarang Selatan, Kompol Dona Zatulo Harefa mengungkapkan, Ketiga pelaku yaitu M (28), FS dan GRY. Para pelaku sebelum melancarkan aksi terlebih dahulu mengintai target incarannya di salah satu Bank. Dan di hari kejadian, IH (22) karyawan toko susu menjadi korban yang saat itu usai melakukan penukaran uang.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Korban membawa uang Rp7 juta ditukarkan jadi pecahan Rp5 ribu, Rp10 ribu dan Rp20 ribu untuk keperluan transaksi di toko,” terangnya kepada awak media pada Selasa (20/08).

Berdasar keterangan, kata Dona, ketiga pelaku membuntuti korban dengan mengendarai dua sepeda motor mulai dari Bank sampai di toko susu dimana ia bekerja. Korban diketahui menaruh uang di bawah jok motor. Setelah korban turun dari motor dan membuka toko, dua pelaku mencongkel jok motor milik korban.

“Korban melihat dua pelaku sedang mencongkel jok motornya, spontan teriak. Dan, teriakannya di dengar warga. Lalu para pelaku berusaha kabur menggunakan sepeda motor sehingga terjadi tarik-menarik hingga dua pelaku terjatuh dan berhasil ditangkap. Pelaku GRY berhasil meloloskan diri,” ungkapnya.

Selanjutnya, Tim Opsnal Polsek Cikarang Selatan yang saat itu berada di lokasi kejadian lalu mengamankan kedua pelaku dan dibawa ke Mapolsek guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Kami himbau kepada masyarakat agar selalu waspada, berhati-hati dan apabila masyarakat hendak mengambil uang dalam jumlah besar, dapat meminta pengawalan petugas,” ujar Dona.

“Para pelaku sudah melakukan aksi serupa sebanyak dua kali,” imbuh Dona.

Sementara, salah satu pelaku (M) mengakui nekad melakukan perbuatan tersebut lantaran masih memiliki hutang usai melangsungkan penikahan dan harus segera melunasinya.

“Masih ada hutang Rp8 juta. Kami nggak ada koordinasi sama orang di bank,” katanya saat di giring petugas kembali ke ruang tahanan.

Sekadar informasi, kedua pelaku dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (Lis)

Example 120x600
Metropolitan

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari gerakan keagamaan, tabur bunga untuk mengenang para pahlawan, hingga peresmian sejumlah infrastruktur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memotivasi masyarakat dalam membangun kota.
“Ini adalah rangkaian peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi. Kemarin ada gerakan mengenal Al-Qur’an, gerakan cinta Al-Qur’an melalui kegiatan menulis dan membaca Al-Qur’an, kemudian juga tabur bunga untuk mengenang para pahlawan,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi saat ini merupakan pewaris kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Selain itu, dalam momentum HUT Kota Bekasi tahun ini, pemerintah juga meresmikan sejumlah fasilitas serta membuka akses jalan yang dinilai menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga.
“Hari ini kita juga mempersembahkan satu jalan yang menjadi urat nadi Kota Bekasi, yaitu Jalan Swatantra yang sudah dibuka. Ini merupakan kerja keras yang dipercepat untuk dipersembahkan pada peringatan HUT Kota Bekasi,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa usia ke-29 tahun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Ini hanya bisa dilakukan jika masyarakat bersatu, bergotong royong, dan peduli terhadap pembangunan kota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang daerah, yakni M.H. Subuan. Penghormatan dilakukan dengan penempatan helm pahlawan serta penyediaan infografis sejarah di area Alun-Alun Kota Bekasi agar masyarakat dapat mengenal perjuangan tokoh tersebut.
Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota ke depan.
“Pemerintah hanya menggelorakan semangatnya, tetapi pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.