Gabung di Perbakin, Gandiwa Shooting Club Optimis Sumbang Medali Emas

Ketua Gandiwa Shooting Club, Agung Setiawan menyerahkan struktur kepengurusan kepada Plt Ketum Perbakin Kota Bekasi, Dicky Zulkarnaen.

Segenap pengurus Gandiwa Shooting Club dan Pengurus Perbakin Kota Bekasi berfoto bersama usai pengukuhan.

BEKASI- Gandiwa Shooting Club resmi bernaung di bawah Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (Perbakin) Kota Bekasi. Kepengurusan Gandiwa Shooting Club dikukuhkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Perbakin Kota Bekasi, Dicky Zulkarnaen.

Pelantikan berlangsung di Sekretariat Gandiwa Shooting Club di Jalan Bunga Harapan, Dewi Sartika, kelurahan Margahayu, kecamatan Bekasi Timur, Kamis (30/5) petang.

Plt Ketum Perbakin Kota Bekasi, Dicky Zulkarnaen mengatakan, bergabungnya Gandiwa Shooting Club sesuai yang dicanangkan oleh Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bekasi.

“Dari cabag olahraga (Cabor) menembak di Porda Jawa Barat 2022 mendatang KONI Kota Bekasi menargetkan Medali Emas. Saya harap masuknya Gandiwa dengan struktur binaan dapat ikut andil peroleh target medali emas sebanyak 5,” ujar Dicky kepada awak media disela pengukuhan, Kamis (30/05).

Ia mengungkapkan, selama ini Perbakin Kota Bekasi masih belum memiliki kemampuan atlet-atlet menembak berprestasi. Kata Dicky, perolehan mendali tertinggi baru tim beregu wanita dengan medali perak, terakhir pada Porda Jabar 2018 lalu.

“Karena tidak ada regenarasi, atlet kita selama ini masih khusus kompetisi matc 10 meter menembak. Nah, Gandiwa ini pas banget, mereka memiliki bakat menembak dengan match 300 meter,” ungkap dia.

Terlebih, kata dia, atlet menembak saat ini telah sudah berusia rata-rata 21 sampai dengan 24 tahun. Sebetulnya, Perbakin Kota Bekasi telah mencoba merekrut sejumlah atlet untuk kalangan umum. Di Kota Bekasi sendiri ia melihat banyak bakat club menembak berkompeten. Contohnya adalah para pemburu burung.

“Nah, di Perbakin ini sebetulnya telah membuka peluang bagi mereka yang ingin bergabung. Tujuannya agar hobi itu dapat tersalurkan dalam bentuk prestasi,” ujarnya.

Untuk meningkatkan prestasi di cabor menembak, kata Dicky, pihaknya sudah memulai kerja sama dengan sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Bekasi untuk mengembangkan program ekstrakuliler.

“Kita butuh wajah baru (atlet) karena selama ini belum ada ekstrakulikuler menembak. Dan semoga ini dapat berjalan lancar supaya target 5 emas Porda Jabar 2022 mendatang dapat tercapai,” katanya.

“Ini juga sekaligus untuk merubah image kalau menembak itu tidak seseram apa yang para orang tua dan anak muda bayangkan. Saat ini dengan bergabungnya Gandiwa menambah klub kita menjadi 9, dan semoga terus bertambah sehingga prestasi dari cabor menembak terus meningkat,” sambung Dicky.

Ia menegaskan, selama ini daerah yang harus di waspadai dari cabor menembak adalah Kota Bogor dan Cirebon. Daerah tersebut mempunyai atlet yang berkompeten hingga tingkat Nasional. Dan, tidak pernah absen meraih medali emas.

“Kota  Bogor dan Cirebon yang harus diwaspadai. (Mereka) juara Nasional dan Porda juga. Bahkan dalam setiap event didominasi oleh mereka. Makanya nanti kedepan kami juga akan mengadakan latihan skoring,” tandasnya.

Sementara, Ketua Gandiwa Shooting Club, Agung Setiawan menjelaskan bahwa, bergabung dengan Perbakin Kota Bekasi ingin berkontribusi menyumbang prestasi setiap event daerah dan nasional dari cabor menembak.

“Kami mendengar selama ini atlet (di Perbakin) masih kurang dalam prestasi. Kita gabung dan ingin berkontribusi menciptakan altlet untuk memperoleh medali emas sesuai ultimatum KONI Kota Bekasi,” jelas dia.

Ia mengungkapkan, Gandiwa Shooting Club memiliki program dimana para atlet nantinya akan ditekankan kedisiplinan. Bahkan, Gandiwa akan mengadakan pelatihan khusus berupa diklat.

“Kita akan adakan pelatihan khusus, diklat selama 2 hari 2 malam. Mereka nanti akan kami berikan sertifikasi bagi yang telah lulus. Saya tegaskan, Olahraga menembak ini bukan hanya menyalurkan hobi tapi bisa lebih dari itu. Bisa berprestasi mengharumkan Kota Bekasi lewat cabor menembak,” terang dia.

Ia mengungkapkan di Gandiwa Shooting Club terdapat tiga kelas menembak diantaranya yaitu, sasaran dan target, tembak reaksi dan berburu. Sementara, atlet yang ada di naungannya sebanyak 30, sebagian mereka dari organik dan umum.

“Untuk sarana dan prasarana sendiri kita memanfaatkan apa yang sudah disediakan oleh pemerintah,” tutur dia.

Ditempat yang sama, Pembina Utama Club Gandiwa Shooting Club, Letkol Pelaut M. Dimmi Oumry menambahkan bahwa, untuk mengejar 5 medali emas yang ditargetkan KONI Kota Bekasi pihaknya akan membuka pelatihan selama 8 kali dalam satu bulan.

“Program latihan kita 2 kali dalam seminggu. Saya yakin dan sangat optimis target 5 emas itu dapat diraih. Kalau bisa 5 emas itu dari Gandiwa Shooting Club. Jika tidak ya minimal dari kami 2 emas,” ujar dia.

Lebih lanjut, Ia mengatakan, jika Gandiwa Shooting Club mempunyai atlet yang berpengalaman sehingga target tersebut optimis dapat dicapai.

“Ada tekhnik sendiri dalam olahraga menembak ini, membutuhkan konsentrasi pikiran dan ketenangan jiwa. Kalau atlet punya beban pikiran akan pengaruh. Intinya adalah musuh bagi atlit menembak itu harus bisa menaklukan diri sendiri,” tandasnya. (tnc)

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *