Jelang PPDB Online, Legislator Minta Dahulukan Jalur Afirmasi

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi Nuryadi Darmawan

BEKASI- Menjelang proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019, legislator Kota Bekasi menyarankan kepada Dinas Pendidikan untuk mendahulukan jalur afirmasi.

Menurutnya, jika hal tersebut diterapkan menjadi bukti keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kurang mampu dalam pelaksanaan PPDB Online 2019.

“Kuota jalur afirmasi hendaknya di dahulukan sebelum zonasi dan prestasi. Rangkul keluarga kurang mampu terlebih dahulu agar tidak tersingkir,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi Nuryadi Darmawan, Selasa (11/6/2019).

Pria hangat disapa Nung ini juga menilai PPDB Online 2019 jenjang SMP Negeri sesuai Permendikbud nomor 51 tahun 2018 bisa lebih baik.

Karena dalam Permendikbud itu tidak lagi berbasis NEM, tetapi berbasis Zonasi. Zonasi yang diberlakukan juga bukan berbasis RT/RW melainkan berbasis titik kordinat.

“Dengan sistem Zonasi seperti itu tidak ada yang dibohongi dan dimanipulasi. Hanya memang kita perlu bantuan steakholder di bawah untuk turut serta dalam pengawasan proses PPDB Online,” kata Nung.

Sebelumnya, kata dia, setiap pelaksanaan PPDB sering timbul permasalahan. Pada tahun ini sudah di sepakati dan rekomendasikan kepada Dinas Pendidikan Kota Bekasi agar pelaksanaan PPDB Online harus sesuai aturan terkait Zonasi.

“Dari 93 persen Zonasi yang ditetapkan, ada 3 persen jalur Afirmasi untuk siswa tidak mampu. Jadi dahulukan jalur Afirmasi, baru jalur Zonasi. Kalau dahulu Zonasi dulu di penuhi, tetapi kadang-kadang jalur Afirmasi dipakai juga untuk jalur Zonasi. Penuhi dulu komitmen kita terhadap masyarakat tidak mampu untuk membackup bahwa pendidikan itu milik semua orang, walaupun orang itu tidak mampu,” ujarnya.

Terkait Sistem jaringan, Ia juga sudah ditekankan kepada Dinas Pendidikan Kota Bekasi agar pihak-pihak terkait yaitu Telkom untuk tidak ada permasalan di sistem IT yang bisa mengganggu dalam prosed pendaftaran.

“Saya pikir dengan memakai titik kordinat lebih fair. Tidak lagi bergantung ada di RT/RW mana atau Kelurahan mana. Karena titik kordinat itu mengitari 360 derajat. Jadi kalau zona masuk 700 meter, bisa diliat ada berapa siswa yang mendaftar,” pungkasnya. (Elly/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *