Guru Digital Milenial Terapkan Metode Khusus Pembelajaran

Founder Guru Digital Milenial, Arief Purnama, sedang memberikan materi metode khusus pembelajaran dalam Seminar Guru Digital Milenial, Sabtu (03/11/2018) di Graha Wulan Sari, Kota Bekasi.

BEKASI- Guru Guru SD dan SMP di Kota Bekasi diberikan metode khusus pembelajaran dengan memanfaatkan aplikasi penayangan video dalam Seminar Guru Digital Milenial, Sabtu (03/11/2018) di Graha Wulan Sari, Kota Bekasi. Tujuan dari kegiatan, penjelasan guru lebih mudah dipahami melalui video yang ditayangkan di hadapan siswa nantinya.

“Dengan video ini anak-anak lebih tertarik. Siswa lebih suka video yang inovatif jika dibandingkan dengan metode seperti orang ceramah,” jelas Founder Guru Digital Milenial, Arief Purnama, disela acara Seminar, Sabtu (3/11/2018).

Arief menjelaskan, seminar guru digital milenial yang diselenggarakannya sudah memasuki gelombang ketiga. Dengan puluhan peserta guru tingkat SD dan SMP yang mengikutinya, berarti ratusan guru di Kota Bekasi telah mendapatkan ilmu pembelajaran dengan metode tersebut.

“Jumlah Peserta seminar guru digital gelombang tiga 40 guru. Pekan depan kita adakah seminar gelombang keempat, pesertanya sudah waiting list juga,” kata Arief.

Guru Bahasa Inggris di SMPN 17 Kota Bekasi ini menjelaskan, dalam satu kali pertemuan seminar, peserta mengikutinya selama delapan jam. Peserta mendapatkan garansi bisa menggunakan aplikasi yang ia tawarkan hingga mampu membuat video dan mempresentasikannya kepada anak didik.

Seminar Guru Digital Milenial juga mengedepankan praktek dengan dilengkapi teori untuk menunjang keberhasilan pembuatan video. Bagi peserta yang telah mengikuti seminar ini kemudian diberikan tugas sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan sertifikat.

“Kita berikan garansi, jika ada yang masih belum paham masih bisa bertanya di grup WA. Biasanya dalam lima menit sudah bisa bikin video pembelajaran,” lanjut Arief.

Video yang dibuat melalui aplikasi yang diinstall saat pelaksanaan Seminar Guru Digital Milenial bisa digunakan untuk semua mata pelajaran. Dengan demikian, seluruh guru mata pelajaran bisa lebih mudah menyampaikan materi dengan tingkat pemahaman siswa yang lebih tinggi.

“Ini adalah hal yang baru yang sangat diterima siswa ketika belajar,” pungkas Arief yang juga Ketua Yayasan Teras Diskusi. (BK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *