Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Metropolitan

Indikasi KKN Proyek Stadion Mini Multiguna, Ini kata Pengamat

×

Indikasi KKN Proyek Stadion Mini Multiguna, Ini kata Pengamat

Sebarkan artikel ini
Kondisi Lapangan Stadion Mini Multiguna Bekasi timur

BEKASI TIMUR- Proyek pembangunan (Penataan) Stadion Mini Multiguna di kelurahan Margahayu, kecamatan Bekasi Timur menggunakan APBD Kota Bekasi tahun 2016 senilai hampir Rp4 Miliar, rampung sekitar 4 (empat) bulan ini, tepatnya pada Desember 2016 terus mendapat sorotan. Pasalnya, proyek penataan Stadion Mini Multiguna yang dikerjakan sesuai dengan surat perintah mulai kerja (SKMP) Nomor : 602.1/01.1821.2/55.SMPK/E-Proc/PPK-Perne/Disbangkim terhitung dari tanggal 12 Oktober 2106 sampai 30 Desember 2016 terindikasi adanya nuansa Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Pengamat Anggaran Politik dan Direktur Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi ikut menanggapi hal ini. Dia meminta kepada Kejaksaan Negeri Kota Bekasi untuk segera memanggil orang orang yang terlibat dalam pembangunan Stadion Mini Multiguna yang menghabiskan APBD senilai Rp.3.697.520.000.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Kejaksaan harus segera memanggil perusahaan pemenang lelangnya, minta dokumen kontraknya, dan jangan lupa juga panggil Walikota untuk diperiksa agar jelas Peta informasinya,” katanya saat dihubungi B’Guide.com pada Rabu (29/03) melalui telepon genggam.

Lebih lanjut, Uchok menegaskan, informasi tersebut sangat dibutuhkan pihak kejaksaan agar bisa sebagai petunjuk jalan bagi auditor negara seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit atas proyek penataan Stadion Mini Multiguna tersebut yang membuat masyarakat Kota Bekasi marah.

“Bila benar terjadi adanya aspek aspek tidak terpenuhi sesuai gambar perencanaan dalam penataan Stadion Mini Multiguna, itu harus dilakukan audit,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Aliansi Pemuda Peduli Bangsa (APPB) Kota Bekasi, Mulyadi,  menyayangkan pembangunan Stadion Mini Bekasi Timur (lapangan Multiguna) dibawah Disperkimtan yang terindikasi banyak masalah sejak awal.

“Diketahui, saat tender masa pemenangnya malah perusahaan yang memberikan penawaran tertinggi yang menang. Ini kan ada yang aneh,” katanya pada Senin (27/03) kemarin.

Mulyadi melanjutkan, menurut data yang dimiliki, pada saat tender proyek Stadion Mini lapangan Multiguna terdapat lima perusahaan yang ikut, namun dari lima perusahaan tersebut, PT. Ananda Ana Banua yang diketahui memberikan penawaran tertinggi dibandingkan empat perusahaan lainnya justru mendapatkan proyek dimaksud.

“PT. Ananda Ana Banua dengan alamat BTP, Jalan Kerukunan Utara Blok G No.67, Makasar Kota, Sulawesi Selatan yang menang tender. Dari harga Pagu proyek Rp.3.875.532.000, PT. Ananda memberikan penawaran Rp.3.697.520.000. Sementara penawaran terendah yaitu PT. Sardo Mitra Sejati sebesar Rp.3.429.009.000,” bebernya.

Selengkapnya Baca: https://bekasiguide.com/2017/03/27/ada-indikasi-kkn-di-proyek-stadion-mini-multiguna/

Sekadar diinformasikan, berdasarkan data yang diperoleh, proyek penataan Stadion Mini Bekasi Timur (Lapangan Multiguna) tidak sesuai dengan gambar perencanaan  CV Mahoni. CV tersebut adalah konsultan perencanaan  dari Dinas Bangunan dan Permukiman (Disbangkim) yang saat ini menjadi Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan).

Menurut gambar perencanaan, lapangan yang memiliki dimensi 60 x 80 meter di sekelilingnya dilengkapi dengan sistem drainase (saluran air), namun prakteknya hanya terdapat pada sisi kanan dan kiri lapangan. Selain itu, lapangan bagian dalam sendiri sesuai dengan gambar, sistem drainase menggunakan pipa pipa peralon berukuran sekira 0.10 inchi yang ditanam, terindikasi tidak ada dikarenakan langsung ditutup dengan tanah (ditimbun).(Tim)

Example 120x600
Metropolitan

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari gerakan keagamaan, tabur bunga untuk mengenang para pahlawan, hingga peresmian sejumlah infrastruktur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memotivasi masyarakat dalam membangun kota.
“Ini adalah rangkaian peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi. Kemarin ada gerakan mengenal Al-Qur’an, gerakan cinta Al-Qur’an melalui kegiatan menulis dan membaca Al-Qur’an, kemudian juga tabur bunga untuk mengenang para pahlawan,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi saat ini merupakan pewaris kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Selain itu, dalam momentum HUT Kota Bekasi tahun ini, pemerintah juga meresmikan sejumlah fasilitas serta membuka akses jalan yang dinilai menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga.
“Hari ini kita juga mempersembahkan satu jalan yang menjadi urat nadi Kota Bekasi, yaitu Jalan Swatantra yang sudah dibuka. Ini merupakan kerja keras yang dipercepat untuk dipersembahkan pada peringatan HUT Kota Bekasi,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa usia ke-29 tahun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Ini hanya bisa dilakukan jika masyarakat bersatu, bergotong royong, dan peduli terhadap pembangunan kota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang daerah, yakni M.H. Subuan. Penghormatan dilakukan dengan penempatan helm pahlawan serta penyediaan infografis sejarah di area Alun-Alun Kota Bekasi agar masyarakat dapat mengenal perjuangan tokoh tersebut.
Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota ke depan.
“Pemerintah hanya menggelorakan semangatnya, tetapi pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.