Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Peristiwa

100 Hari Tragedi KRL Bekasi Timur, Keluarga Korban Desak Penuntasan Investigasi dan Keadilan 

×

100 Hari Tragedi KRL Bekasi Timur, Keluarga Korban Desak Penuntasan Investigasi dan Keadilan 

Sebarkan artikel ini
Perwakilan Paguyuban Keluarga Korban Bekasi Timur menyampaikan pernyataan kepada awak media usai doa bersama dan tabur bunga dalam peringatan 100 hari tragedi kecelakaan KRL Bekasi Timur

Memasuki 100 hari tragedi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Keluarga Korban kembali menyuarakan tuntutan agar proses investigasi segera dituntaskan dan keadilan ditegakkan bagi seluruh korban.

Dalam kegiatan doa bersama dan tabur bunga yang digelar untuk mengenang para korban, perwakilan paguyuban menyampaikan bahwa hingga kini keluarga masih belum menerima hasil investigasi akhir dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Padahal, menurut mereka, sebelumnya hasil investigasi disebut akan rampung dalam waktu dua hingga tiga bulan.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Kami melihat sampai hari ini belum ada keadilan yang ditegakkan atas kasus ini. Belum ada yang dipidana, belum ada hasil investigasi akhir dari KNKT yang kami terima,” ujar Anggi selaku perwakilan Paguyuban Keluarga Korban Bekasi Timur, Jumat 7 agustus 2026.

Keluarga korban juga mengaku kecewa dengan lambannya penanganan kasus. Menurut mereka, janji penyelesaian yang disampaikan berbagai pihak belum sejalan dengan perkembangan yang dirasakan keluarga korban.

Mereka meminta seluruh instansi yang terlibat dalam penanganan tragedi tersebut memberikan informasi secara transparan mengenai perkembangan proses investigasi maupun langkah-langkah yang telah dilakukan.

“Kami hanya meminta semua instansi bekerja sesuai standar dan transparan kepada keluarga korban. Itu saja yang kami harapkan,” katanya.

Selain menuntut kejelasan proses hukum dan investigasi, keluarga korban juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi perkeretaapian agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

Menurut mereka, pembangunan tugu peringatan bukan menjadi prioritas utama. Hal yang lebih penting adalah perbaikan sistem keselamatan, manajemen risiko, serta penegakan prosedur operasional di lingkungan perkeretaapian.

“Yang kami inginkan bukan sekadar tugu. Kami ingin tidak ada lagi keluarga lain yang mengalami kesedihan seperti kami. Perbaiki sistemnya, tegakkan keadilannya,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, keluarga korban juga menegaskan bahwa santunan tidak akan pernah menggantikan kehilangan anggota keluarga yang telah berpulang. Mereka berharap seluruh pihak benar-benar menuntaskan proses investigasi, membuka informasi secara transparan, dan memastikan tragedi serupa tidak terulang di masa mendatang.

 

 

 

 

 

Example 120x600
Peristiwa

“Begitu menerima laporan, seluruh unsur terkait langsung bergerak melakukan pengamanan lokasi dan penanganan. Berkat koordinasi yang baik, jalur yang sempat terhalang berhasil kembali dilalui kereta api pada pukul 12.18 WIB, atau sekitar 63 menit sejak kejadian dilaporkan. Kami terus berupaya meminimalkan dampak terhadap perjalanan kereta api dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan,” ujar Franoto dikutip Bekasiguide.com, Kamis 6 Agustus 2026.