PT Kereta Api Indonesia (Persero) menggelar tabur bunga sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi para korban kecelakaan kereta api yang menewaskan 16 orang.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa tabur bunga merupakan wujud duka cita mendalam sekaligus penghormatan terakhir kepada para korban. Ia menegaskan, peristiwa ini menjadi kehilangan besar tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi seluruh insan KAI.
“Kami ingin menjadi bagian dari keluarga korban, merasakan duka yang sama. Ini adalah bentuk belasungkawa kami,” ujar Bobby dikutip Bekasiguide.com, Senin 4 Mei 2026.
Selain melakukan penghormatan, KAI juga memastikan pendampingan penuh bagi para korban dan keluarga. Untuk korban meninggal dunia, KAI mengawal hingga proses pemakaman serta memenuhi seluruh hak-haknya. Sementara bagi korban luka, pendampingan dilakukan secara intensif dengan petugas yang siaga 24 jam di rumah sakit.
“Kami juga melakukan pendampingan penuh, dengan staf yang berjaga 24 jam di rumah sakit. Saat ini masih ada 17 korban yang menjalani perawatan, dan kami terus mendoakan agar mereka segera pulih,” jelasnya.
KAI juga menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat yang terus mengalir, termasuk karangan bunga dan doa yang diberikan. Dukungan tersebut, menurut manajemen, menjadi penguat untuk terus meningkatkan pelayanan.
“Kami tidak henti-hentinya mendoakan, sekaligus menyampaikan rasa duka cita yang mendalam serta permohonan maaf. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kami, saya sebagai Direktur Utama, dan keluarga besar PT Kereta Api Indonesia,” jelasnya.
Ke depan, KAI menegaskan komitmennya untuk memperketat aspek keselamatan. Salah satunya dengan menutup ratusan perlintasan sebidang yang tidak memenuhi standar. Langkah ini diambil sebagai upaya mencegah terulangnya kejadian serupa.








