Pemasangan palang di perlintasan sebidang Ampera Kota Bekasi yang sempat viral beberapa waktu lalu imbas adanya tragedi kecelakaan kereta mendapat respons positif dari warga.
Sam (31), menilai langkah tersebut dapat meningkatkan keselamatan dan menekan kebiasaan pengendara yang kerap nekat menerobos.
Menurutnya, selama ini banyak pengguna jalan yang tetap melintas meski kondisi tidak aman. Kehadiran palang dinilai efektif memaksa pengendara untuk berhenti dan lebih disiplin.
“Kalau tidak ada palang, banyak yang ngeyel. Sekarang dengan adanya penghalang seperti ini, orang jadi mau tidak mau berhenti. Ini jelas lebih aman,” ujarnya dikutip Bekasiguide.com, Jumat 1 Mei 2026.
Ia juga mendorong agar pemasangan palang dilengkapi dengan rambu-rambu peringatan yang lebih jelas, sehingga masyarakat semakin terbiasa untuk menunggu dan tidak mengambil risiko.
“Kalau bisa ditambah rambu-rambu atau tanda peringatan, supaya orang langsung terbiasa berhenti dan menunggu. Soalnya nyawa itu berharga,” jelasnya.
Ia menegaskan, satu kelalaian di perlintasan bisa berdampak besar dan melibatkan banyak korban. Karena itu, menurutnya, upaya pencegahan seperti ini sangat penting.
“Yang susah itu bukan satu orang saja, tapi kalau banyak orang ikut-ikutan, jadi berbahaya. Satu masalah bisa jadi banyak masalah. Gara-gara satu kendaraan, bisa melibatkan banyak orang sebagai korban,” katanya.
Selain itu, ia berharap pemasangan palang ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan di jalan, mengingat kecelakaan bisa terjadi kapan saja dan tanpa diduga.
“Harapannya, setelah dibuat seperti ini, masyarakat bisa lebih sadar. Kita harus sadar bahwa musibah itu tidak ada yang tahu, kecelakaan bisa terjadi kapan saja. Dengan adanya fasilitas seperti ini, semoga bisa lebih aman untuk masyarakat,” tutupnya.








