Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Menko PMK Pratikno: Angka Kecelakaan Saat Arus Mudik Lebaran 2026 Turun 16 Persen

×

Menko PMK Pratikno: Angka Kecelakaan Saat Arus Mudik Lebaran 2026 Turun 16 Persen

Sebarkan artikel ini

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno menyebut angka kecelakaan lalu lintas selama arus mudik Lebaran 2026 mengalami penurunan sekitar 16 persen.

Hal itu disampaikan Pratikno usai melakukan pemantauan arus mudik dan arus balik bersama sejumlah instansi terkait di Command Center Jasa Marga, Jatiasih, Kota Bekasi.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Menurut Pratikno, penurunan angka kecelakaan menjadi salah satu indikator positif dalam pelaksanaan mudik tahun ini, di tengah tingginya volume kendaraan yang melintas selama periode Lebaran.

“Kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan sekitar 16 persen. Jadi, ini adalah sebuah syukur yang harus kita panjatkan kepada Tuhan atas kelancaran arus mudik ini,” kata Pratikno dikutip Bekasiguide.com, Kamis 26 Maret 2026.

Ia menjelaskan, secara umum pelaksanaan arus mudik tahun ini berjalan cukup lancar. Meski terjadi peningkatan jumlah kendaraan, kondisi lalu lintas masih dapat dikendalikan dengan baik.

Pratikno mengatakan, selama periode H-12 hingga H+3 Lebaran 2026, volume kendaraan tercatat meningkat cukup tinggi dengan puncak mencapai 270 ribu kendaraan.

“Alhamdulillah arus mudik berjalan dengan baik. Terjadi kenaikan yang cukup tinggi, karena selama H-12 sampai H+3 volume kendaraan puncaknya cukup tinggi sampai 270 ribu,” ujarnya.

Menurut dia, kenaikan volume kendaraan selama arus mudik tahun ini berada di kisaran 4,6 persen hingga hampir 5 persen. Meski begitu, kondisi lalu lintas di jalur utama maupun penyeberangan masih terpantau lancar.

Pratikno menilai, turunnya angka kecelakaan tidak lepas dari kerja sama lintas sektor serta sistem pengawasan yang dilakukan secara ketat selama masa mudik.

Ia menyebut pengendalian arus lalu lintas didukung oleh pemantauan berbasis teknologi dan respons cepat dari petugas di lapangan.

“Jasa Marga, Kementerian Perhubungan, dan Kepolisian punya teknologi monitoring yang ketat sehingga bisa direspons dengan cepat. Jadi respons berbasis pada data riil,” jelasnya.

Pratikno pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang tetap bekerja selama periode Lebaran, termasuk saat masyarakat lain tengah berkumpul bersama keluarga.

“Kami berterima kasih kepada seluruh jajaran yang bekerja keras luar biasa. Di saat yang lain mudik, para petugas lapangan ini tidak mudik, tidak berlebaran,” ucapnya.

Example 120x600
Berita

“Kehadiran kepolisian harus memberikan manfaat yang nyata. Dalam situasi seperti ini, kecepatan merespons harus berjalan seiring dengan ketepatan tindakan. Masker menjadi perlindungan awal yang dapat langsung digunakan oleh masyarakat,” kata Kholis, dikutip Bekasiguide.com, Minggu 6 September 2026.

Berita

“Melalui program Light Up The Dream, kami ingin menghadirkan manfaat listrik secara langsung bagi masyarakat yang selama ini belum memiliki sambungan listrik mandiri. Kami berharap penyalaan listrik di kediaman Bapak Enin dapat memberikan rasa aman dan nyaman, sekaligus mendukung berbagai aktivitas keluarga sehari-hari. Bagi kami, setiap sambungan listrik yang terwujud bukan hanya menghadirkan terang, tetapi juga membawa kemudahan dan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat.” ungkap Firman, Jumat 04 September 2026.

Berita

“Kita harus bisa mewaspadai penyakit yang baru muncul atau emerging disease. Dengan perubahan iklim, mungkin ada beberapa jenis virus yang selama ini tidak berkembang. Begitu ada perubahan iklim, virus tersebut bisa berkembang dan menyebar,” ujar Sriyanto dikutip Bekasiguide.com, Kamis 3 September 2026. 

Berita

“Melalui YBM PLN Bekasi, kami ingin terus menghadirkan kepedulian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Bantuan sembako ini merupakan bentuk dukungan kepada para santri agar mereka dapat terus menjalani proses belajar dan menghafalkan Al-Qur’an dengan penuh semangat. Kami berharap program yang dilaksanakan secara berkelanjutan ini dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari sekaligus menjadi penyemangat bagi para santri dalam menuntut ilmu,” tutur Firman dikutip bekasiguide.com, Rabu 02 September 2026.