Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Peristiwa

Viral Warga Resah Usai Diterpa Teror Ketuk Pintu Misterius, Ini Tanggapan MUI Bekasi

×

Viral Warga Resah Usai Diterpa Teror Ketuk Pintu Misterius, Ini Tanggapan MUI Bekasi

Sebarkan artikel ini

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menanggapi terkait fenomena horor berupa teror ketuk pintu misterius membuat resah warga Kampung Paparean, Desa Pasirtanjung, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

Fenomena ini kembali viral di media sosial karena kerap dikaitkan dengan hal mistis atau makhluk gaib.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Menanggapi hal itu, Ketua MUI Kota Bekasi, Syaifuddin Siroj menegaskan bahwa teror itu diduga dilakukan oleh manusia bukan makhluk gaib.

“Ga ada itu, jangan dikaitin dengan hal yang mistis. Tidak ada Itu mistis berubah menjadi fisik. Halusinasi nanti jadinya. Sudah dipastikan fakta itu orang, modus itu,” kata Saifuddin.

Saifuddin menyatakan, masyarakat tidak seharusnya mengaitkan fenomena tersebut dengan hal mistis. Padahal, menurutnya teror ketuk pintu itu diperbuat oleh orang yang ingin melakukan aksi kriminal.

“Jadi tidak ada dasarnya juga ya mengaitkan satua kasus ke hal yang mistis, padahal itu kenyataannya memang perampok itu. Ga ada. Masa setan, jin bisa nyolong ga mungkin kan,” jelasnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan jangan selalu mengaitkan hal mistis ke dalam kejadian-kejadian tak kasat mata.

“Himbauan saya sih ya, kalo terkait dengan hal itu jangan disangkut pautkan dengan hal-hal yang mistis, kewaspadaan secara spiritual dan psikologis ditingkatkan agar masyarakat kita bertabayyun,” tutupnya.

Example 120x600
Peristiwa

“Kami dapat laporan dari warga bahwasannya terjadi peristiwa pembunuhan suami istri. Untuk korban laki-laki meninggal dunia, sedangkan korban perempuan masih kritis di rumah sakit. Kita doakan yang terbaik untuk keluarga korban,” ujar Andi dikutip Bekasiguide.com, Senin 2 Maret 2026.

Peristiwa

“Intinya kejadian tersebut memang benar adanya. Kami mohon maaf kepada seluruh konsumen karena memang terjadi campuran air pada bahan bakar. Dari pihak SPBU kami sudah bertanggung jawab dan seluruh kendaraan terdampak sudah kami tangani,” ujar Ragil dikutip Bekasiguide.com, Minggu 1 Maret 2026.