Calon Wali Kota Bekasi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Heri Koswara menyoroti fenomena korupsi dalam lingkaran pejabat aparatur sipil negara (ASN) di pemerintahan.
Fenomena terjadinya perilaku Korup di pemerintahan menurut Bang Heri akrab disapa, sudah bukan sesuatu yang asing didengar. Pertama, akibat adanya jual beli jabatan. Kemudian yang kedua adanya setoran saat rotasi mutasi, dan yang ketiga sesuatu yang diberikan pihak ketiga terkait masalah proyek dan tender. Terjadinya korupsi di pemerintahan lingkarannya sekitar itu itu saja.
Bang Heri menegaskan, agar permasalahan serupa tidak terulang, Kedepan dibutuhkan kepemimpinan yang kuat. Kuat dalam arti kata, calon pemimpinnya sudah siap masuk lembaga itu. Dengan kekuatan mentalitas yakni integritas.
“Saya ketika diamanahkan, saya telah mempersiapkan diri dan datang dengan membawa perubahan. Kalau saya datang dan mengikuti pola yang lama, ngapain saya kesana (eksekutif_red). Padahal saya sudah banyak meninggalkan pekerjaan pada pemilu legislatif kemarin,” tegas Bang Heri usai mengisi diskusi publik di sky wave Hotel Horizon bersama Harnas Media Consultants (HMC) pada Rabu, 07 Agustus 2024 malam.
“Saya hadir mencalonkan wali kota, pesan presiden PKS harus melakukan perubahan. Salah satunya adalah tata kelola birokrat yang bersih bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme, itu poin utama,” sambung Bang Heri.
Selanjutnya, kata Bang Heri, diawali dari niat diri sendiri terlebih dahulu bila mau jadi pemimpin. Kejahatan berapapun besarnya dari kesempatan yang ada, Ketika dalam dirinya ada kekuatan daya tahan untuk tidak melakukan, maka dia tidak akan melakukan.
“Tetapi sekecil apapun kesempatan yang ada, kalau daya tahan tidak ada, maka dia akan melakukan korupsi,” kata dia.
“Rumusnya seperti itu. Oleh karena itu, pertama, kekuatan kita adalah integritas kepemimpinan,” tegasnya.
Bang Heri juga menyinggung yang seharusnya dilakukan oleh pemimpin dalam menempatkan para pejabat ASN di pemerintahan untuk jabatan strategis tolak ukurnya lagi-lagi bukan berapa banyak rupiah yang diberikan oleh mereka pada pimpinan diatasnya.
“Tetapi pendekatannya adalah sejauh mana profesionalismenya dalam bekerja, integritas dan juga yang mampu menjabarkan dan menterjemahkan visi misi pemimpin, kan kita punya visi misi lima tahun,” kata dia.
Baca juga : HMC Gelar Diskusi Publik Membangun Integritas Kandidat Calon Kepala Daerah
Bang Heri tidak memungkiri, ketika kelak diamanahkan oleh masyarakat menjadi wali kota, ada pekerjaan berat di depan mata. Untuk itu, ia mengatakan, harus disiapkan pasukan atau barisan yang bisa menterjemahkan visi misi kita. Siapa mereka?. Mereka yang ada di eselon 2, para kepala dinas dan sebagainya.
“Intinya lagi lagi integritas, dan tentunya juga kompetensi. Kalau kompetensi kan mereka di dinas sudah belajar, yang penting integritas dulu. Integritas, profesionalitas dan loyalitas. Jangan sampai orang yang ditempatkan akan berbeda dengan kita. Kita tugaskan ke kanan malah ke kiri. Ini enggak boleh lagi terjadi. Harus orang yang loyalitas yang bisa menterjemahkan visi misi kita,” tegasnya.
“Bukan hal yang mudah memang, ini hal yang sangat sulit sekali. Tapi saya yakin, disana (pemerintahan _red), di birokrat kita masih banyak orang-orang yang bisa kita ajak berjuang dengan hati kejujuran melakukan perubahan di kota Bekasi,” tandas Bang Heri.








