Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Peristiwa

Kebakaran TPST Bantargebang, Diduga Gas Metana atau Faktor Manusia

×

Kebakaran TPST Bantargebang, Diduga Gas Metana atau Faktor Manusia

Sebarkan artikel ini

Kebakaran terjadi di area TPST Bantargebang, tepatnya di Zona 3, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, pada Minggu 13 September 2026 malam.

Lurah Ciketing Udik, Usep Sudharma Wijaya, mengatakan dirinya mendapat laporan dari warga terkait kebakaran tersebut. Setelah menerima laporan, pihak kelurahan langsung berkoordinasi dengan pengelola TPST Bantargebang dan petugas pemadam kebakaran.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Semalam saya mendapat laporan dari warga sekitar bahwa ada kejadian kebakaran, terutama di wilayah saya di Ciketing Udik Zona 3. Kami memang selalu langsung berkomunikasi dengan pihak pengelola setempat, termasuk dengan pihak pemadam kebakaran. Alhamdulillah, kebakaran tersebut bisa segera diatasi,” ujar Usep dikutip Bekasiguide.com, Senin 14 September 2026.

Menurut Usep, titik api muncul di bagian atas tumpukan sampah, bukan di bagian samping. Api kemudian berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar satu jam.

“Titik api sudah padam. Prosesnya sekitar satu jam untuk menangani api tersebut,” katanya.

Terkait penyebab kebakaran, Usep mengaku belum mengetahui secara pasti. Ia menyebut terdapat kemungkinan kebakaran dipicu gas metana yang berada di area TPST Bantargebang maupun faktor manusia.

“Kalau penyebabnya saya kurang tahu, karena posisi kebakarannya berada di atas tumpukan sampah, bukan di samping. Kemungkinan bisa akibat gas metana yang ada di TPST Bantargebang, atau mungkin juga karena manusia, karena memang banyak pemulung di situ,” jelasnya.

Usep menegaskan, penyebab pasti kebakaran masih perlu diketahui dari pihak pengelola TPST Bantargebang.

“Untuk penyebab lebih jelasnya, mungkin lebih tahu pihak pengelola TPST Bantargebang,” pungkasnya.

 

 

 

Example 120x600
Peristiwa

“Kami telah meminta keterangan para pihak dan menelusuri informasi yang diperoleh. Setiap fakta kami periksa secara objektif, termasuk pengakuan yang bersangkutan mengenai bagaimana kucing itu terlepas, sehingga penanganannya didasarkan pada keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Verdika dikutip Bekasiguide.com, Sabtu 17 Oktober 2026.

Peristiwa

“Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan membagi personel menjadi tiga SRU. SRU pertama menggunakan perahu karet dan SRU kedua menggunakan perahu rafting, masing-masing melakukan penyisiran sejauh 200 meter dari lokasi kejadian. Sementara itu, SRU ketiga melakukan pencarian secara visual melalui jalur darat dengan area penyisiran hingga satu kilometer dari titik lokasi kejadian,” ujar Bobby dikutip Bekasiguide.com, Jumat 16 Oktober 2026.

Peristiwa

“Dalam kejadian tersebut, AZ diduga menodongkan pistol jenis airgun kepada korban sambil berkata, “Serahin handphonenya.”pelaku kemudian melepaskan satu kali tembakan ke arah atas sebelum meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP). Korban sempat mengejar para pelaku sambil berteriak meminta pertolongan,” jelas Kapolres dikutip Bekasiguide.com, Kamis 15 Oktober 2026.

Peristiwa

“PUSPAGA Kota Bekasi memiliki komitmen yang kuat dalam perlindungan korban dan saksi. Kami sebenarnya sudah menyiapkan skema pencegahan dini, baik terkait kebutuhan psikologis maupun perlindungan hukum,” kata Resa dikutip Bekasiguide.com, Kamis 15 Oktober 2026.