Kondisi kabel yang terlihat menjuntai di sekitar Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Kranji dikeluhkan warga. Keberadaan kabel tersebut membuat pengguna JPO khawatir, terutama saat harus berpegangan pada bagian pembatas atau pegangan JPO.
Salah seorang pengguna JPO, Soleha, mengaku merasa ngeri ketika melihat kabel-kabel yang berada di sekitar area tersebut. Ia khawatir kabel tersebut dapat membahayakan pengguna jika tersentuh.
“Iya, ngeri. Takutnya pas saya pegangan kesetrum,” ujar Soleha dikutip Bekasiguide.com, Rabu 9 September 2026.
Menurut Soleha, rasa khawatir semakin muncul karena ia membutuhkan pegangan saat menaiki atau menuruni JPO. Terlebih, kondisi fisiknya yang sudah tidak sekuat dulu membuatnya harus berpegangan agar tidak terjatuh.
“Kalau pegangan takut kesetrum. Kan sering orang kesetrum-setrum itu ya. Ngeri,” katanya.
Soleha berharap kondisi kabel di sekitar JPO segera diperbaiki dan dirapikan sehingga tidak mengganggu maupun membahayakan warga yang menggunakan fasilitas tersebut.
“Kalau bisa ya diperbaiki itu. Biar nggak sampai ke sini-sini. Dirapikan,” ujarnya.
Selain persoalan kabel, Soleha juga mengaku harus mengeluarkan tenaga lebih saat menggunakan JPO karena harus menaiki tangga. Ia mengatakan terkadang harus berhenti sejenak karena merasa ngos-ngosan.
Meski demikian, ia tetap menggunakan JPO ketika kesulitan menyeberang melalui jalan di bawah, khususnya saat kondisi lalu lintas ramai.
Soleha berharap perbaikan JPO Kranji dapat dilakukan agar warga, khususnya lansia, dapat menyeberang dengan lebih aman dan nyaman.








