Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Peristiwa

Dituding Layani Pasien Secara Keliru, Kepala Puskesmas Tarumajaya Berikan Klarifikasi

×

Dituding Layani Pasien Secara Keliru, Kepala Puskesmas Tarumajaya Berikan Klarifikasi

Sebarkan artikel ini
Gedung Puskesmas Tarumajaya (Poto : Ayu)

Kepala Puskesmas Tarumajaya, Salim memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan pelayanan buruk terhadap pasien bernama Amel Fitriah.

Dalam keterangannya, Salim menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran terhadap akun yang menyebarkan informasi tersebut, namun tidak ditemukan identitas yang jelas. Selain itu, hasil pengecekan data pasien juga menunjukkan bahwa nama Amel Fitriah tidak pernah terdaftar dalam sistem rekam medis Puskesmas Tarumajaya.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Kami sudah menelusuri akun tersebut dan melakukan pengecekan data pasien dari beberapa tahun terakhir. Hasilnya, tidak ditemukan nama Amel Fitriah. Artinya, informasi yang beredar itu tidak benar,” ujar Salim dikutip Bekasiguide.com, Selasa 14 April 2026.

Ia menjelaskan, karena yang bersangkutan tidak pernah berobat ke Puskesmas Tarumajaya, maka seluruh klaim terkait pelayanan, termasuk pemberian obat maupun keluhan yang disebutkan, tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Terkait tudingan bahwa tenaga medis melakukan pemeriksaan dengan “googling”, dr. Salim juga membantah hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa saat ini seluruh pelayanan sudah menggunakan sistem Rekam Medis Elektronik.

“Tenaga medis memang menggunakan laptop untuk memasukkan data pasien ke dalam sistem. Selain itu, untuk penegakan diagnosis juga menggunakan standar internasional ICD-10. Jadi bukan untuk ‘googling’ seperti yang dituduhkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihak puskesmas membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan secara resmi melalui saluran yang telah disediakan, seperti hotline pengaduan dan media sosial resmi.

“Kami sangat terbuka terhadap kritik dan masukan. Jika ada keluhan, silakan disampaikan melalui jalur resmi agar bisa kami tindak lanjuti,” tambahnya.

Salim juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Kami menilai informasi ini mengarah pada fitnah. Penyebaran informasi yang tidak benar dapat melanggar ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Ia memastikan, Puskesmas Tarumajaya akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta rutin melakukan evaluasi terhadap kinerja dan program pelayanan kesehatan.

Example 120x600
Peristiwa

“Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas mengamankan dua orang pria beserta barang bukti yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika jenis sabu,” kata Aliyani dikutip Bekasiguide.com, Jumat 23 Oktober 2026. 

Peristiwa

“Kami telah meminta keterangan para pihak dan menelusuri informasi yang diperoleh. Setiap fakta kami periksa secara objektif, termasuk pengakuan yang bersangkutan mengenai bagaimana kucing itu terlepas, sehingga penanganannya didasarkan pada keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Verdika dikutip Bekasiguide.com, Sabtu 17 Oktober 2026.

Peristiwa

“Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan membagi personel menjadi tiga SRU. SRU pertama menggunakan perahu karet dan SRU kedua menggunakan perahu rafting, masing-masing melakukan penyisiran sejauh 200 meter dari lokasi kejadian. Sementara itu, SRU ketiga melakukan pencarian secara visual melalui jalur darat dengan area penyisiran hingga satu kilometer dari titik lokasi kejadian,” ujar Bobby dikutip Bekasiguide.com, Jumat 16 Oktober 2026.

Peristiwa

“Dalam kejadian tersebut, AZ diduga menodongkan pistol jenis airgun kepada korban sambil berkata, “Serahin handphonenya.”pelaku kemudian melepaskan satu kali tembakan ke arah atas sebelum meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP). Korban sempat mengejar para pelaku sambil berteriak meminta pertolongan,” jelas Kapolres dikutip Bekasiguide.com, Kamis 15 Oktober 2026.

Peristiwa

“PUSPAGA Kota Bekasi memiliki komitmen yang kuat dalam perlindungan korban dan saksi. Kami sebenarnya sudah menyiapkan skema pencegahan dini, baik terkait kebutuhan psikologis maupun perlindungan hukum,” kata Resa dikutip Bekasiguide.com, Kamis 15 Oktober 2026.