Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Birokrasi Kota Bekasi dan Isu LGBT Jadi Sorotan PKMS

×

Birokrasi Kota Bekasi dan Isu LGBT Jadi Sorotan PKMS

Sebarkan artikel ini

Isu tata kelola pemerintahan di Kota Bekasi kembali mendapat catatan kritis. Dalam diskusi rutin Pusat Kajian Manajemen Strategik (PKMS) di Arsyila Hotel, Bekasi, Senin (16/02/2026), persoalan birokrasi, kepemimpinan daerah hingga perkembangan LGBT menjadi sorotan utama.

Founder PKMS, H. Siswadi, menegaskan kepemimpinan daerah harus berlandaskan nilai tabligh, amanah dan fathonah. Ia menilai tanpa prinsip tersebut, pemerintahan berpotensi jauh dari kepentingan masyarakat.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Unsur kepemimpinan harus tetap mengacu kepada tabligh, amanah dan fathonah. Kalau tidak, maka hasilnya tidak akan baik,” ujar Siswadi.

Diskusi juga menyinggung rekam jejak birokrasi Bekasi yang dalam beberapa periode tercatat tersandung kasus korupsi. Proses pengisian jabatan hingga gaya hidup aparatur yang dinilai semakin menjauh dari kesederhanaan menjadi bahan evaluasi.

Mantan birokrat sekaligus sesepuh PKMS, H. Toto Soebekty, menyebut model pembinaan aparatur di masa lalu lebih tegas dan terarah. Penempatan pegawai, kata dia, dilakukan sesuai kompetensi dengan sistem penghargaan dan sanksi yang jelas.

“Dulu model birokrat itu jelas. Ada jaminan karier dan ada hukuman jika tidak sesuai tupoksi. Pegawai yang punya keahlian ditempatkan sesuai bidangnya,” ungkap Toto.

Ia menekankan birokrat harus memiliki nilai moral dan profesionalisme yang kuat. Menurutnya, kualitas aparatur sangat ditentukan oleh figur pemimpin.

“Selama puluhan tahun berada dalam birokrat, alhamdulillah selamat. Bisa husnul khotimah,” katanya.

Selain isu pemerintahan, forum tersebut juga menyoroti perkembangan LGBT di Jawa Barat dan Bekasi yang dinilai mengkhawatirkan dan berpotensi berdampak pada generasi penerus.

PKMS mendorong adanya langkah nyata pemerintah daerah dalam pembenahan birokrasi, penguatan karakter pejabat serta pengawasan gaya hidup aparatur. Regulasi dinilai sudah banyak diterbitkan, namun pelaksanaannya perlu konsistensi.

“Kita berharap ada perbaikan ke depan. Aturannya sudah banyak, tinggal bagaimana pelaksanaannya dijalankan dengan baik dan konsisten,” tegas Siswadi di akhir diskusi.

Example 120x600
Berita

“Kehadiran kepolisian harus memberikan manfaat yang nyata. Dalam situasi seperti ini, kecepatan merespons harus berjalan seiring dengan ketepatan tindakan. Masker menjadi perlindungan awal yang dapat langsung digunakan oleh masyarakat,” kata Kholis, dikutip Bekasiguide.com, Minggu 6 September 2026.

Berita

“Melalui program Light Up The Dream, kami ingin menghadirkan manfaat listrik secara langsung bagi masyarakat yang selama ini belum memiliki sambungan listrik mandiri. Kami berharap penyalaan listrik di kediaman Bapak Enin dapat memberikan rasa aman dan nyaman, sekaligus mendukung berbagai aktivitas keluarga sehari-hari. Bagi kami, setiap sambungan listrik yang terwujud bukan hanya menghadirkan terang, tetapi juga membawa kemudahan dan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat.” ungkap Firman, Jumat 04 September 2026.

Berita

“Kita harus bisa mewaspadai penyakit yang baru muncul atau emerging disease. Dengan perubahan iklim, mungkin ada beberapa jenis virus yang selama ini tidak berkembang. Begitu ada perubahan iklim, virus tersebut bisa berkembang dan menyebar,” ujar Sriyanto dikutip Bekasiguide.com, Kamis 3 September 2026. 

Berita

“Melalui YBM PLN Bekasi, kami ingin terus menghadirkan kepedulian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Bantuan sembako ini merupakan bentuk dukungan kepada para santri agar mereka dapat terus menjalani proses belajar dan menghafalkan Al-Qur’an dengan penuh semangat. Kami berharap program yang dilaksanakan secara berkelanjutan ini dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari sekaligus menjadi penyemangat bagi para santri dalam menuntut ilmu,” tutur Firman dikutip bekasiguide.com, Rabu 02 September 2026.