Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Metropolitan

Pemkot Bekasi Andalkan Rekayasa Cuaca dan Giant Sea Wall Tekan Risiko Banjir

×

Pemkot Bekasi Andalkan Rekayasa Cuaca dan Giant Sea Wall Tekan Risiko Banjir

Sebarkan artikel ini
Walikota Bekasi Tri Adhianto saat diwawancarai di Kantor Baznas, Rabu 28 Januari 2026.

Pemerintah Kota Bekasi mengandalkan rekayasa cuaca serta rencana pembangunan giant sea wall sebagai bagian dari upaya menekan risiko banjir akibat tingginya curah hujan dan pengaruh pasang air laut.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan, curah hujan ekstrem menjadi persoalan utama banjir di wilayah Jabodetabek.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Kita bersyukur Pak Gubernur sudah melakukan rekayasa cuaca. Itu sangat membantu, karena biayanya juga tidak kecil,” ujar Tri dikutip Bekasiguide.com, Kamis 29 Januari 2026.

Selain hujan, pasang air laut turut memengaruhi proses pembuangan air dari wilayah Bekasi ke laut. Dengan ketinggian wilayah yang relatif rendah, air sungai kerap tertahan saat permukaan laut naik.

“Ketinggian wilayah kita hanya sekitar 12 meter, sehingga saat air laut naik, pembuangan air jadi sangat terpengaruh,” katanya.

Karena itu, rencana pembangunan giant sea wall oleh pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta dinilai menjadi solusi jangka panjang. Nantinya, tanggul laut tersebut akan dilengkapi tandon besar di tengah laut sehingga air masih dapat dipompa saat hujan deras.

“Kita sudah punya rencana dengan Pemerintah DKI bersama pemerintah pusat melalui kementerian untuk membangun giant sea wall menjadi salah satu solusi. Nantinya akan ada semacam tandon besar di tengah laut, sehingga air masih bisa dipompa saat hujan dan kondisi daratan menjadi lebih kosong,” jelasnya.

Pemkot Bekasi berharap sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat tersebut dapat mengurangi dampak banjir, khususnya saat terjadi hujan ekstrem di wilayah Jabodetabek.

Example 120x600