Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Peristiwa

Polisi Tindaklanjuti Laporan Korban Ganjal ATM, Pelaku Masih Diburu

×

Polisi Tindaklanjuti Laporan Korban Ganjal ATM, Pelaku Masih Diburu

Sebarkan artikel ini

Polisi bergerak cepat menindaklanjuti laporan seorang warga yang menjadi korban kejahatan modus ganjal ATM di salah satu minimarket kawasan Jalan Nangka Raya, Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Korban berinisial EN (52) melapor setelah saldo rekeningnya raib seusai kartu ATM-nya diganti oleh pelaku saat hendak bertransaksi.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan pihaknya langsung melakukan penyelidikan begitu menerima laporan tersebut. Polisi telah mengamankan rekaman CCTV di lokasi kejadian dan memeriksa sejumlah saksi.

“Perkara dalam proses penyelidikan,” ujar Braeil dikutip Bekasiguide.com, Rabu 3 Desember 2025.

Menurut Braeil, pelaku diduga bekerja secara berkelompok dan memanfaatkan momen ketika korban lengah. Modus ini dilakukan dengan cara mengganjal lubang mesin ATM, lalu berpura-pura membantu ketika kartu tidak bisa masuk atau keluar.

“Kami imbau masyarakat lebih waspada. Jangan menerima bantuan dari orang tak dikenal ketika kesulitan bertransaksi di ATM,” pungkasnya.

Example 120x600
Peristiwa

“Setelah mendapat info dari masyarakat bahwa di desa simpangan dicurigai adanya transaksi menggunakan uang palsu dan pelaku mengedarkan uang palsu dengan modus belanja bensin dengan uang palsu, tim penyidik langsung bergerak ke lokasi,” kata Mustofa dikutip Bekasiguide.com, Jumat 5 Desember 2025 

Peristiwa

“Istri korban yang sedang bekerja di Taiwan menelpon tetangganya, disuruh untuk mengecek, namun dikarenakan tetangganya ini sedang bekerja, jadi dia menyuruh orangtuanya mengecek ke rumah kontrakan korban. Saat diintip lewat jendela, korban sudah dalam keadaan tergantung,” kata Widi dikutip Bekasiguide.com, Jumat 5 Desember 2025.

Peristiwa

“Pelapor di tawari pekerjaan oleh pelaku dan pelak bilang bahwa ada lowongan kerja dan meminta korban untuk transfer uang untuk membayar biaya administrasi sebesar Rp. 5 juta, setelah itu terlapor menyuruh saya untuk pulang sambil bilang nanti dihubungi secepatnya, namun sampai saat ini pelaku tidak dapat dihubungi dan korban tidak masuk kerja,” kata Elia dikutip Bekasiguide.com, Kamis 4 Desember 2025.