Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Peristiwa

Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Bekasi, Empat Rumah Rusak

×

Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Bekasi, Empat Rumah Rusak

Sebarkan artikel ini

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Bekasi pada Rabu 22 Oktober 2025 malam, menyebabkan atap rumah roboh di Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat Kota Bekasi.

Dalam waktu yang singkat, sebanyak empat unit rumah terdampak, dengan rincian 3 rumah rusak berat dan 1 rumah rusak ringan. Suara angin menderu kencang sehingga membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bekasi, Priadi Santoso mengatakan pemerintah daerah siap memberikan bantuan untuk perbaikan atap dan mecegah kerusakan serupa di masa mendatang.

“BPBD Kota Bekasi segera menuju lokasi setelah menerima laporan untuk melakukan assessment dan pendistribusian bantuan terpal sebanyak 3 unit bagi warga terdampak,” kata Priadi.

Priadi menyatakan, langkah cepat tersebut perlu dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya frekuensi tidak menentu yang berdampak pada infrastruktur dan rumah warga.

“Hasil asesmen lapangan ini selanjutnya akan diteruskan kepada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi untuk penanganan lebih lanjut terhadap rumah-rumah yang mengalami kerusakan,” jelasnya.

Meski tidak ada korban jiwa, sebanyak dua keluarga terpaksa harus diungsikan sementara imbas rumahnya rusak terkena angin kencang.

“BPBD Kota Bekasi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan deras disertai angin kencang, terutama di area padat bangunan dan konstruksi ringan,” tutupnya.

Example 120x600
Peristiwa

“Begitu menerima laporan, seluruh unsur terkait langsung bergerak melakukan pengamanan lokasi dan penanganan. Berkat koordinasi yang baik, jalur yang sempat terhalang berhasil kembali dilalui kereta api pada pukul 12.18 WIB, atau sekitar 63 menit sejak kejadian dilaporkan. Kami terus berupaya meminimalkan dampak terhadap perjalanan kereta api dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan,” ujar Franoto dikutip Bekasiguide.com, Kamis 6 Agustus 2026.