Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Metropolitan

Distaru Bongkar Bangli Diatas Lahan PSU Perumahan di Jatibening Baru

×

Distaru Bongkar Bangli Diatas Lahan PSU Perumahan di Jatibening Baru

Sebarkan artikel ini
Kadistaru Kota Bekasi, Dzikron. (Photo:dok)

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Tata Ruang (Distaru) melakukan pembongkaran bangunan liar (Bangli) yang berdiri diatas lahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) di RW 08, Perumahan Jatibening Dua, Kelurahan Jatibening Baru, Kecamatan Pondokgede, Rabu, 21 Mei 2025.

Kadistaru Kota Bekasi, Zikron, menjelaskan, bahwa pembongkaran dilakukan setelah proses sosialisasi dan pemberian peringatan kepada pemilik bangunan. Operasi ini dilakukan untuk menertibkan penggunaan lahan yang melanggar peraturan tata ruang.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Lahan PSU tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi karena diperuntukkan bagi fasilitas umum seperti jalan, taman, atau drainase. Kami sudah memberikan waktu cukup lama untuk membongkar secara mandiri, tetapi karena tidak diindahkan, kami turun tangan,” ujarnya.

Zikron menegaskan, bahwa penertiban ini bagian dari upaya Pemkot menjaga ketertiban tata ruang dan mencegah kerugian publik. “Jika dibiarkan, bangunan liar dapat mengganggu fungsi lahan PSU dan merugikan masyarakat sekitar,” tambahnya.

Perlu diketahui, bangunan liar yang berlokasi berdekatan dengan kantor sekretariat RW 08 terdiri dari dua rumah dan kios pedagang. Pihak yang mengaku sebagai ahli waris sempat melakukan upaya melalui audiensi agar pembongkaran tidak dilakukan.

Kendati demikian, karena surat perintah pembongkaran sudah diterbitkan maka Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi tetap melakukan eksekusi. Akhirnya satu unit alat berat bergerak dan meratakan bangunan liar tersebut tanpa adanya perlawanan.

“Selain di wilayah Pondokgede, kami juga terus memantau bangunan liar dan berencana melakukan penertiban selanjutnya seperti di Bekasi Utara, dan di tepi Kalimalang Unisma,” pungkas Zikron.

Example 120x600
Metropolitan

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari gerakan keagamaan, tabur bunga untuk mengenang para pahlawan, hingga peresmian sejumlah infrastruktur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memotivasi masyarakat dalam membangun kota.
“Ini adalah rangkaian peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi. Kemarin ada gerakan mengenal Al-Qur’an, gerakan cinta Al-Qur’an melalui kegiatan menulis dan membaca Al-Qur’an, kemudian juga tabur bunga untuk mengenang para pahlawan,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi saat ini merupakan pewaris kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Selain itu, dalam momentum HUT Kota Bekasi tahun ini, pemerintah juga meresmikan sejumlah fasilitas serta membuka akses jalan yang dinilai menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga.
“Hari ini kita juga mempersembahkan satu jalan yang menjadi urat nadi Kota Bekasi, yaitu Jalan Swatantra yang sudah dibuka. Ini merupakan kerja keras yang dipercepat untuk dipersembahkan pada peringatan HUT Kota Bekasi,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa usia ke-29 tahun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Ini hanya bisa dilakukan jika masyarakat bersatu, bergotong royong, dan peduli terhadap pembangunan kota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang daerah, yakni M.H. Subuan. Penghormatan dilakukan dengan penempatan helm pahlawan serta penyediaan infografis sejarah di area Alun-Alun Kota Bekasi agar masyarakat dapat mengenal perjuangan tokoh tersebut.
Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota ke depan.
“Pemerintah hanya menggelorakan semangatnya, tetapi pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.