Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Peristiwa

WNI Mantan Admin Judol di Kamboja Ingatkan Generasi Muda : Jangan Mudah Tergiur Gaji Besar

×

WNI Mantan Admin Judol di Kamboja Ingatkan Generasi Muda : Jangan Mudah Tergiur Gaji Besar

Sebarkan artikel ini

Febby Febriadi (27), Mantan Admin Judi Online yang pernah bekerja di Kamboja mengingatkan generasi muda agar tidak terjebak dalam rayuan maut Calo ataupun agen penyaluran ilegal yang menawarkan untuk bekerja di Kamboja.

Hal itu ia sampaikan karena merasa prihatin, orang Indonesia seringkali mudah sekali terlena dengan rayuan ataupun bujukan dari calo yang menawarkan pekerjaan dengan gaji besar.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Sarannya jangan gampang tergiur sama gaji gede sih sebenernya. Karena emang penawaran mereka tuh bener-bener manis. Diajakin kerja dengan gaji 500 dolar itu dalam 1 bulan. Berarti kan kalo dirupiahin tuh lumayan besar juga,” kata Febby.

Febby mengungkapkan, selama bekerja di Kamboja, ia sering dicaci maki bahkan ada beberapa temannya yang disiksa dan tidak diberi makan selama tiga hari karena performa kerjanya tidak mencapai target.

“Disana tuh mental gua bener-bener capek banget, merasa tertekan karena target itu tadi, jadi kalo misalkan ga mencapai target ya saya dikata-katain pake bahasa hewan segala macam keluar semua,” kata dia.

Setelah berhasil pulang ke Indonesia, Febby mengaku lega karena bisa kembali berkumpul bersama keluarga.

“Iya, gue balik dari Kamboja pun langsung ke psikiater. Karena gue ngerasa kayak mental gue bener-bener ancur banget gitu. Ketemu orang pun gue sekarang takut.Awal gue balik ke Indonesia tuh kan November. Gue ketemu orang pun takut,” ungkapnya.

 

Example 120x600
Peristiwa

“Kami dapat laporan dari warga bahwasannya terjadi peristiwa pembunuhan suami istri. Untuk korban laki-laki meninggal dunia, sedangkan korban perempuan masih kritis di rumah sakit. Kita doakan yang terbaik untuk keluarga korban,” ujar Andi dikutip Bekasiguide.com, Senin 2 Maret 2026.

Peristiwa

“Intinya kejadian tersebut memang benar adanya. Kami mohon maaf kepada seluruh konsumen karena memang terjadi campuran air pada bahan bakar. Dari pihak SPBU kami sudah bertanggung jawab dan seluruh kendaraan terdampak sudah kami tangani,” ujar Ragil dikutip Bekasiguide.com, Minggu 1 Maret 2026.