Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Peristiwa

Gunungan Sampah TPA Burangkeng Longsor

×

Gunungan Sampah TPA Burangkeng Longsor

Sebarkan artikel ini
Salah satu zona sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng longsor.

Salah satu zona sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng longsor. Longsornya sampah itu disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan ditambah sudah overload nya zona-zona sampah di TPA Burangkeng.

Gunungan sampah yang longsor itu selain menutup akses jalan truk sampah juga merusak pagar pembatas antara TPA Burangkeng dengan pemukiman warga Kampung Jati, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Kepala UPTD TPA Burangkeng, Samsuro Mandiansyah mengatakan longsornya sampah itu terjadi sejak Jumat (8/11). Zona sampah yang longsor ini terjadi pada lahan yang baru ditambah oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi seluas 2 hektar pada beberapa waktu lalu. Dalam satu hari sebanyak 600 hingga 700 ton sampah masuk ke TPA Burangkeng.

“Kebetulan yang longsor ini yang kemarin penambahan 2 hektar itu. Panjang longsor kurang lebih 900 meter. Alhamdulillah hari ini hanya air lindi saja yang mengalir ke rumah warga. Untuk sampahnya masih bisa kita atasi untuk dinaikan lagi ke atas,” ungkap Samsuro di TPA Burangkeng, Senin, 11 November 2024.

Dalam penanganan sampah yang longsor ini, pihaknya menggunakan beberapa alat berat, diantaranya empat excavator untuk menaikan sampah-sampah kembali ke atas dan satu bulldozer. Hingga Senin (11/11) sudah empat hari pihaknya melakukan penanganan sampah agat tidak menutupi akses jalan pemukiman warga Kampung Jati, namun terdapat beberapa kendala.

“Pertama kendala dari lahannya memang sudah overload, yang kedua harus kita penambahan alat berat kurang lebih sekitar 10 unit lah yang kita butuhkan saat ini untuk antisipasi longsor dan pelayanan. Kondisinya ketinggiannya juga sudah mencapai 20 meteran,” tambahnya.

Akibat longsornya sampah disalah satu zona ini, pelayanan sampah di TPA Burangkeng, lanjut Samsuro terganggu dengan longsornya sampah ini. Pihaknya berharap Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten (DLH) Kabupaten Bekasi untuk segera melakukan penambahan alat.

“Secara kinerja memang sangat membantu, karna kita di satu sisi diminta untuk merapihkan ini kita dituntut juga untuk melakukan pelayanan,” tandas Samsuro.

Example 120x600
Peristiwa

“Kami telah meminta keterangan para pihak dan menelusuri informasi yang diperoleh. Setiap fakta kami periksa secara objektif, termasuk pengakuan yang bersangkutan mengenai bagaimana kucing itu terlepas, sehingga penanganannya didasarkan pada keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Verdika dikutip Bekasiguide.com, Sabtu 17 Oktober 2026.

Peristiwa

“Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan membagi personel menjadi tiga SRU. SRU pertama menggunakan perahu karet dan SRU kedua menggunakan perahu rafting, masing-masing melakukan penyisiran sejauh 200 meter dari lokasi kejadian. Sementara itu, SRU ketiga melakukan pencarian secara visual melalui jalur darat dengan area penyisiran hingga satu kilometer dari titik lokasi kejadian,” ujar Bobby dikutip Bekasiguide.com, Jumat 16 Oktober 2026.

Peristiwa

“Dalam kejadian tersebut, AZ diduga menodongkan pistol jenis airgun kepada korban sambil berkata, “Serahin handphonenya.”pelaku kemudian melepaskan satu kali tembakan ke arah atas sebelum meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP). Korban sempat mengejar para pelaku sambil berteriak meminta pertolongan,” jelas Kapolres dikutip Bekasiguide.com, Kamis 15 Oktober 2026.

Peristiwa

“PUSPAGA Kota Bekasi memiliki komitmen yang kuat dalam perlindungan korban dan saksi. Kami sebenarnya sudah menyiapkan skema pencegahan dini, baik terkait kebutuhan psikologis maupun perlindungan hukum,” kata Resa dikutip Bekasiguide.com, Kamis 15 Oktober 2026.