Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Metropolitan

Lapas Bulak Kapal Bentuk Satgas Netralitas

×

Lapas Bulak Kapal Bentuk Satgas Netralitas

Sebarkan artikel ini
Kalapas Bekasi, Muhammad Susanni

Mendukung netralitas aparatur dalam lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Kelas 2 A Bekasi, dibentuk Satgas Netralitas.

“Kami sudah membentuk Satgas Netralitas didalam lingkungan lapasnya,” ujar Kalapas Bekasi, Muhammad Susanni pada Selasa 09 Januari 2024.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Pria yang akrab disapa Sanni ini menjelaskan, Satgas Netralitas didalam lingkungan lapas ini bertugas untuk melakukan pengawasan, agar saat proses pemilu tidak ada oknum-oknum yang menunggangi.

“Satgas ini bertugas untuk melakukan pengawasan saat pemilihan nanti, sehingga bisa mencegah adanya oknum yang menunggangi saat proses pemilu, dan warga binaan bisa memberikan suaranya dengan nyaman,” katanya.

Sebagai langkah penguatan tersebut, diakui Sanni, pihaknya juga telah melakukan ikrar netralitas didalam lingkungan lapasnya.

“Sebagai wujud keseriusannya, kami telah mengucapkan ikrar netralitas,” singkat Sanni.

Example 120x600
Metropolitan

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari gerakan keagamaan, tabur bunga untuk mengenang para pahlawan, hingga peresmian sejumlah infrastruktur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memotivasi masyarakat dalam membangun kota.
“Ini adalah rangkaian peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi. Kemarin ada gerakan mengenal Al-Qur’an, gerakan cinta Al-Qur’an melalui kegiatan menulis dan membaca Al-Qur’an, kemudian juga tabur bunga untuk mengenang para pahlawan,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi saat ini merupakan pewaris kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Selain itu, dalam momentum HUT Kota Bekasi tahun ini, pemerintah juga meresmikan sejumlah fasilitas serta membuka akses jalan yang dinilai menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga.
“Hari ini kita juga mempersembahkan satu jalan yang menjadi urat nadi Kota Bekasi, yaitu Jalan Swatantra yang sudah dibuka. Ini merupakan kerja keras yang dipercepat untuk dipersembahkan pada peringatan HUT Kota Bekasi,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa usia ke-29 tahun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Ini hanya bisa dilakukan jika masyarakat bersatu, bergotong royong, dan peduli terhadap pembangunan kota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang daerah, yakni M.H. Subuan. Penghormatan dilakukan dengan penempatan helm pahlawan serta penyediaan infografis sejarah di area Alun-Alun Kota Bekasi agar masyarakat dapat mengenal perjuangan tokoh tersebut.
Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota ke depan.
“Pemerintah hanya menggelorakan semangatnya, tetapi pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.