Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Metropolitan

Tarawih Pertama, Ribuan Jamaah Padati Masjid Agung Al Barkah 

×

Tarawih Pertama, Ribuan Jamaah Padati Masjid Agung Al Barkah 

Sebarkan artikel ini

Pelaksanaan tarawih malam pertama di Masjid Agung Al Barkah, yang berada di Alun-alun Bekasi, Jalan Veteran, Marga Jaya, Bekasi Selatan, dipadati oleh ribuan jamaah.

Pantauan Bekasiguide.com, sekitar pukul 19.15 area parkiran Masjid Agung Al Barkah telah terisi setengah dari kapasitas parkir masjid. Selain itu, area masjid lantai 1 sudah dipenuhi jamaah.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Ketua DKM Masjid Agung Al Barkah, Ismail Hasyim mengatakan, mengacu pada peraturan pemerintah yang telah mencabut Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), pihaknya menyiapkan segala sisi masjid untuk pelaksanaan shalat tarawih hari pertama.

“Untuk tarawih malam ini kita akan gunakan lantai 1 dan 2. Termasuk halaman plaza biasanya kalo hari pertama itu antusias masyarakat itu tinggi, apalagi hari ini hari libur jadi kami sudah siapkan di semua sisi di Masjid Agung,” kata Ismail, Rabu (22/03/2023) malam.

Ismail juga menyebut, persiapan untuk kegiatan-kegiatan selama bulan Ramadhan sudah dimaksimalkan.

“Kesiapan tentu nambah, karena sudah bebas ya. Apa namanya perkegiatan jadi rangkaian di masjid Agung itu tarawih 1 malam satu juz programnya, ada kultum, taklim hadiz, dan zakat infak hingga gema takbir dan Idul fitri,” ujarnya.

Ismail pun mengajak masyarakat untuk memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan tahun ini dengan sebaik-baiknya.

“Maksimalkan bulan Ramdhan tahun ini untuk beribadah dengan sebaik-baiknya,” tandasnya

Diketahui, Masjid Agung Al Barkah merupakan salah satu masjid bersejarah di Kota Bekasi, dan kapasitas masjid bisa menampung hingga 3000 jemaah. (Mae)

Example 120x600
Metropolitan

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari gerakan keagamaan, tabur bunga untuk mengenang para pahlawan, hingga peresmian sejumlah infrastruktur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memotivasi masyarakat dalam membangun kota.
“Ini adalah rangkaian peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi. Kemarin ada gerakan mengenal Al-Qur’an, gerakan cinta Al-Qur’an melalui kegiatan menulis dan membaca Al-Qur’an, kemudian juga tabur bunga untuk mengenang para pahlawan,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi saat ini merupakan pewaris kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Selain itu, dalam momentum HUT Kota Bekasi tahun ini, pemerintah juga meresmikan sejumlah fasilitas serta membuka akses jalan yang dinilai menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga.
“Hari ini kita juga mempersembahkan satu jalan yang menjadi urat nadi Kota Bekasi, yaitu Jalan Swatantra yang sudah dibuka. Ini merupakan kerja keras yang dipercepat untuk dipersembahkan pada peringatan HUT Kota Bekasi,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa usia ke-29 tahun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Ini hanya bisa dilakukan jika masyarakat bersatu, bergotong royong, dan peduli terhadap pembangunan kota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang daerah, yakni M.H. Subuan. Penghormatan dilakukan dengan penempatan helm pahlawan serta penyediaan infografis sejarah di area Alun-Alun Kota Bekasi agar masyarakat dapat mengenal perjuangan tokoh tersebut.
Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota ke depan.
“Pemerintah hanya menggelorakan semangatnya, tetapi pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.