Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Kesehatan

Kenzi Balita 27 Kilogram, Diduga Mengidap Genetik Langka

×

Kenzi Balita 27 Kilogram, Diduga Mengidap Genetik Langka

Sebarkan artikel ini
Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik Anak RS Hermina Bekasi dan RSCM, Prof dr. Aryono Hendarto.

BEKASI- Kenzi balita berusia 16 bulan yang memiliki berat badan 27 kilogram diduga tak hanya disebabkan oleh faktor kelainan nutrisi, tapi juga karena masalah lain.

Demikian disampaikan oleh Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik Anak RS Hermina, dr. Ali Khomaini Alhadar. Ia mengatakan bahwa berat berlebih Kenzi diduga karena ada faktor kelainan genetik.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Jadi dari pemeriksaan kami menyimpulkan pasien ini mungkin kelainannya tidak hanya dari bidang nutrisi saja mungkin ada masalah genetik yang lain,” kata Ali, di RS Hermina Bekasi Selatan, Jumat (24/02/2023).

Senada dikatakan oleh Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik Anak RS Hermina Bekasi dan RSCM, Prof dr. Aryono Hendarto, bahwa obesitas bisa disebabkan dari dua faktor.

“Memang secara umum ada 2 penyebab obesitas. Faktor lingkungan, salah satunya nutrisi dan faktor genetik,” jelas Aryono Hendarto.

Aryono menyebut bahwa obesitas yang disebabkan okeh faktor genetik sering juga disebut penyakit langka.

“Melihat dari riwayat makanannya, kemudian perkembangan kenaikan berat badannya yang sangat ekstrem kami menduga jangan-jangan obesitasnya ini bagian dari penyakit lain. Dalam hal ini adalah penyakit genetik. Kami juga menyebutnya penyakit langka,” jelasnya.

Saat ini pemeriksaan terhadap Kenzi harus dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Sebab fasilitas yang ada di RS Hermina belum mampu menunjang kasus tersebut. (Mae)

Example 120x600
Kesehatan

“PABC biasanya terjadi pada wanita reproduktif. Pengobatan bisa dengan kemoterapi atau kalau mau paling aman ya operasi. Tapi itu harus dikonsultasikan dengan dokter anestesi dulu, supaya obat bius yang diberikan bisa dipastikan aman untuk bayi yang ada di kandungannya. Bisa dilakukan setelah usia kandungan 3 bulan lebih,” kata Aida.