BEKASI- Usai videonya viral, enam pelajar yang terlibat aksi tawuran di Jalan Cikunir Raya, kel. Jakamulya, kec. Bekasi Selatan, beberapa waktu lalu kini dijadikan Duta Anti Tawuran oleh Polres Bekasi Kota.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Hengki menjelaskan, alasan dijadikannya 6 orang pelajar dijadikan Duta Anti Tawuran ini karena mereka sudah mengalami sendiri dan punya pemikiran sendiri kenapa mereka tawuran salah satunya adalah ingin mencari jati diri.
“karena dia sudah mengalami sendiri, dia punya pemikiran sendiri apa yang dia rasakan, kenapa dia mau begitu, kan dia ingin eksis, ingin diakui orang yang kuat yang menurut dia itu benar, padahal itu keliru,” ucap Hengki, Senin (10/10/2022).
“Nah ini kita jadikan itu (duta anti tawuran) supaya benar-benar alami, tidak dibuat-buat itu berdasarkan pernyataan yang bersangkutan,” tambahnya.
Hengki menambahkan, dalam aksi tawuran tersebut tidak ada korban. Ia juga menilai hukuman tak selalu dengan memenjarakan, melainkan ada langkah lain seperti memberikan pembinaan.
“Karena tidak ada korban, hukum itu kan enggak harus memenjarakan seseorang. Ada langkah-langkah pembinaan terhadap masyarakat itu kan ada apalagi ini kan jadi momen kita, mudah-mudahan aksi tawuran berkurang dan bahkan hilang ri Bekasi,” ucapnya.
Hengki juga mengatakan, kedepan pihaknya akan bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk melakukan deklarasi anti tawuran seKota Bekasi.
“Langkah kedepan kita akan berbicara dengan Pemerintah Kota Bekasi, untuk melakukan deklarasi anti tawuran pelajar se-Kota Bekasi. Sehingga tawuran di kota bekasi itu hilang. Itu target kita,” tutupnya. (Mae)








