Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Politik

Ketua PCNU Kota Bekasi Melanggar Aturan PBNU

×

Ketua PCNU Kota Bekasi Melanggar Aturan PBNU

Sebarkan artikel ini

BEKASI – Ketua GP Ansor Kota Bekasi, Muhammad Jufri mengatakan  bahwa pertemuan Ketua Partai Golkar, Arilangga Hartarto dengan Ketua PCNU Kota Bekasi, KH Madina dan Nofel Saleh Hilabi telah melanggar aturan dan norma PBNU.

Hal itu terkait beredarnya video pertemuan antara Ketua Partai Golkar, Airlangga Hartato dengan Nofel Saleh Hilabi dan Ketua PCNU Kota Bekasi KH Madina.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Pertemuan itu  menyalahi aturan atau norma, sebab  aturan PBNU lebih mengutamakan  politik kebangsaan,  bukannya mensukseskan seseorang menjadi presiden,” kata  Muhammad Jufri melalui sambungam telepon, Senin (6/6/2022) siang

Dijelaskannya, pada Januari 2022, PCNU Banyuwangi dan Sidoarjo pernah ditegur karena mendeklarasikan bakal calon presiden.

Sebab itu, kehadiran KH Madina dalam pertemuan dengan Airlangga Hartarto, sangat jelas melakukan politik praktis, karena selain menyatakan dukungan juga melekatnya status sebagai Ketua PCNU.

“Apalagi kalau yang bersangkutan sengaja mengunjungi. Ini maksudnya apa?” tegasnya.(im)

Example 120x600
Politik

“Saya tentu saja mendukung beliau, saudara Lukman Hakim atau Bang Alex menjadi ketua PAN Kota Bekasi. Karena kenal dari kecil, satu sekolah bahkan satu kelas. Jadi saya tahu betul sifatnya, sepak terjangnya. Dan saya yakin beliau layak dan pas untuk memimpin PAN Kota Bekasi,” ujarnya dikutip bekasiguide.com pada Jumat 05 Desember 2025.

Politik

“Dengan segala kerendahan hati, kegiatan Pesona Nusantara Bekasi Keren yang sedianya diselenggarakan pekan ini resmi ditunda hingga waktu yang akan diinformasikan kembali. Keputusan ini kami ambil sebagai bentuk keprihatinan dan empati terhadap saudara-saudara kita di beberapa wilayah tanah air yang sedang menghadapi musibah,” tulis Tri Adhianto dikutip bekasiguide.com, Kamis 04 Desember 2025.

Politik

“Kita minta rincian real dari penggunaan pemodalan yang diberikan pemerintah kota. Kita akan rapat ulang dengan BUMD terkait untuk melihat secara detail penggunaan Rp5 miliar ini. Jika mereka tidak mampu memberikan rincian nilai tersebut, bukan tidak mungkin kita cancel penyertaan modal tahun berikutnya,” tegas Arif kepada wartawan termasuk bekasiguide.com, Kamis 04 Desember 2025.