Ecodrain Solusi Sistem Drainase Perkotaan


KOTA BEKASI- Ecodrain merupakan sistem drainase perkotaan yang berwawasan lingkungan. Salah satu bagian dari sistem ini adalah sumur resapan.

Saat ini sudah dikembangkan sumur resapan yang modern dan ramah lingkungan.

Sekertaris Prodi Teknik Sipil Universitas Mercubuana (UMB), Suprapti mengatakan sumur resapan dibuat dengan menggunakan modular tank yang dilapisi non woven geotextile sebagai filter.

“Modular tank merupakan blok-blok yang terbuat dari material polypropylene (recycle material plastik) yang dirakit sehingga berbentuk kubus dengan dimensi 60 cm x 40 cm x 45 cm. Satu modular tank dapat menampung air sebanyak 0,105 m3.

Untuk tipe standar, modular tank dapat menahan beban hingga 26 ton/m2. Non Woven geotextile material yang terbuat dari serat polyester berfungsi sebagai filtrasi pada sumur resapan,” jelas Suprapti di RM Wulan Sari 1 Resto, Bekasi Selatan Kota Bekasi, Senin (17/02/2020).

Selaras dengan hal tersebut, Dosen Teknik Sipil UMB, Eka Nur Fitriani menjelaskan, sumur Resapan menggunakan modular tank ini dapat menampung 95% dari volume total.

“Artinya sistem ini dapat menerapkan drainase dengan zero run off surface yang mana limpasan air hujan langsung terserap ke dalam tanah sebanyak 95%,” ulasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, program pengabdian masyarakat, dosen dan mahasiswa Prodi Teknik Sipil UMB didukung oleh PT Pandu Equator Prima melakukan kegiatan sosialisasi dan pembuatan sumur resapan berbasis ecodrain di lingkungan terdekat kampus UMB untuk mengantisipasi banjir yang kerap terjadi.

“Dengan adanya program ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat untuk mengantisipasi banjir dengan memperkenalkan sumur resapan modern yang terbuat dari modular tank,” kata dia.

Selain itu, sambungnya, juga dapat mengurangi dampak banjir yang kerap terjadi. Keterlibatan mahasiswa dilakukan untuk mengasah soft skillnya.

“Selain program pengabdian masyarakat juga, sumur resapan dengan menggunakan modular tank tersebut akan diteliti mengenai bagaimana keefektifannya dibandingkan dengan sumur resapan konvensional (dengan menggunakan cor semen),” terang Eka Nur Fitriani yang juga Engineer PT Pandu Equator Prima. (tnc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *