Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Metropolitan

Kunjungi Bampeperda DPRD Kota Bekasi, Ikaluin Bekasi Raya Usulkan Tiga Perda

×

Kunjungi Bampeperda DPRD Kota Bekasi, Ikaluin Bekasi Raya Usulkan Tiga Perda

Sebarkan artikel ini
Tim IKALUIN Cabang Bekasi Raya action melakukan kunjungan ke DPRD Kota Bekasi.

BEKASI- Menindaklanjuti Rapat Kerja Ikatan Alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Cabang Bekasi Raya beberapa waktu lalu, tim IKALUIN Cabang Bekasi Raya langsung melakukan action dan melakukan kunjungan ke DPRD Kota Bekasi.

Tim yang diketuai Abdul Shomad dengan di dampingi Sekjen IKALUIN Bekasi Raya Hamdi beserta pengurus lainnya diterima langsung oleh ketua Badan Pembuatan Peraturan Daerah (BAMPEPERDA) DPRD Kota Bekasi Nicodemus Godjang.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Dalam kunjungannya IKALUIN Bekasi Raya mengusulkan tiga rancangan peraturan daerah (Raperda) ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi.

Tiga usulan itu; Raperda Ramah Lansia, Raperda Akselerasi Pendidikan Anak Difable di Sekolah Umum dan Raperda Larangan Ubah Alihfungsi Hunian Vertikal dan Tempat Hiburan.

“Kami sampaikan usulan tiga raperda ini karena melihat ada fenomena tersebut,” ujar Ketua Bidang Kajian Publik dan Politik IKALUIN Bekasi Raya, Abdul Shomad Kaffa, Kamis (7/11) di ruang Bampeperda.

Terkait kunjungan IKALUIN Bekasi Raya, Nicodemus Godjang menyambut positif usulan tiga raperda dari IKALUIN Bekasi Raya.

“Usulan raperda ini baik sekali. Nanti kami bahas dan jadi perda inisiatif DPRD,” ujar anggota dewan dari Dapil Bekasi Timur.

Dalam kunjungan dan sharing ini berjalan dalam suasana keakraban dan kedepan IKALUIN Bekasi Raya berkomitmen untuk bersama-sama dengan pemerintah Kota Bekasi dan DPRD Kota Bekasi bersinergi dan memberikan masukan untuk perkembangan Kota Bekasi lebih baik lagi kedepan. (MAN)

Example 120x600
Metropolitan

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari gerakan keagamaan, tabur bunga untuk mengenang para pahlawan, hingga peresmian sejumlah infrastruktur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memotivasi masyarakat dalam membangun kota.
“Ini adalah rangkaian peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi. Kemarin ada gerakan mengenal Al-Qur’an, gerakan cinta Al-Qur’an melalui kegiatan menulis dan membaca Al-Qur’an, kemudian juga tabur bunga untuk mengenang para pahlawan,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi saat ini merupakan pewaris kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Selain itu, dalam momentum HUT Kota Bekasi tahun ini, pemerintah juga meresmikan sejumlah fasilitas serta membuka akses jalan yang dinilai menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga.
“Hari ini kita juga mempersembahkan satu jalan yang menjadi urat nadi Kota Bekasi, yaitu Jalan Swatantra yang sudah dibuka. Ini merupakan kerja keras yang dipercepat untuk dipersembahkan pada peringatan HUT Kota Bekasi,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa usia ke-29 tahun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Ini hanya bisa dilakukan jika masyarakat bersatu, bergotong royong, dan peduli terhadap pembangunan kota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang daerah, yakni M.H. Subuan. Penghormatan dilakukan dengan penempatan helm pahlawan serta penyediaan infografis sejarah di area Alun-Alun Kota Bekasi agar masyarakat dapat mengenal perjuangan tokoh tersebut.
Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota ke depan.
“Pemerintah hanya menggelorakan semangatnya, tetapi pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.