Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Metropolitan

Dua Remaja Putri Berkebutuhan Khusus Diduga Diperkosa

×

Dua Remaja Putri Berkebutuhan Khusus Diduga Diperkosa

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. (poto:Ist)

BEKASI- Dua remaja putri berkebutuhan khusus (disabilitas mental) berinisal SU (24) dan L (20) digagahi tukang ojek di Kampung 2, Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi. Satu diantaranya saat ini dalam kondisi hamil.

Korban bernisial SU mengandung lima bulan akibat perbuatan keji yang dilakukan terduga pelaku bernama Reza. Sementara L digagahi oleh pria bernama Rio.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Orangtua SU, Erni S mengatakan jika perbuatan yang dilakukan oleh kedua pelaku berlangsung dalam waktu bersamaan di kediaman L pada bulan Mei 2019 lalu.

“Saya baru tahu anak saya di perkosa setelah sudah mengandung lima bulan,” kata Erni, Senin (23/9) kepada awak media saat melaporkan kejadian yang dialami anaknya ke Mapolres Metropolitan Bekasi Kota.

Mulanya, Erni tidak mengetahui jika anaknya disetubuhi oleh pria yang diduga berprofesi sebagai tukang ojek. Belakangan SU mengalami mual dan pusing sehingga Erni membawanya ke rumah sakit.

Namun dari tiga rumah sakit yang dikunjungi, SU hanya di vonis mengidap penyakit maag kronis. “Sementara saat saya datang ke RS Elisabeth di Rawalumbu, disana di tes urine, dan ternyata hasil dari dokter anak saya positif hamil,” ungkapnya.

Dari situ, Erni coba menggali keterangan dari SU hingga akhirnya terungkap jika SU digagahi secara paksa oleh Reza di kediaman L yang merupakan teman satu sekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) bagi anak berkebutuhan khusus.

“Saya dipaksa, dijambak sama Reza kalau enggak mau, terus digituin. Cuma satu kali,” ungkap SU dengan nada yang terbata-bata.

Sementara itu, orangtua dari L, Tarwadi mengatakan jika pada kejadian itu ia bersama dengan istrinya sedang tidak berada di rumah. Kala itu, Tarwadi sedang pulang ke kampung halamannya. Sementara L tidak berkeinginan ikut bersama Tarwadi.

“Pengakuan anak saya itu, 2 pria (pelaku) masuk kerumah, dan terjadi tindakan itu,” ujar dia.

Malahan, L menimpalkan jika dirinya selama ini sudah tiga kali digagahi oleh pria bernama Rio. “Sudah tiga kali digituin (setebuhi), dikasih uang Rp 50 ribu,” ungkapnya.

Kasus ini kini dalam penangan unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metropolitan Bekasi Kota.

Kasubbag Humas Polres Metropolitan Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari mengatakan jika lembaganya masih menggali keterangan dari kedua korban.

“Kita juga koordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Pemerintah Kota Bekasi,” singkat Erna.

Setelah orang tua korban SU (24) dan L (20) melaporkan ke Polres mereka terus mendatangi, kantor P2TP2A yang berada di lantai Lima Gedung Plaza Pemerintahan Kota Bekasi.

Mereka pun langsung di sambut di ruang mediasi, oleh pihak P2TP2A di DP3A untuk dimintai keterangan dan mencoba mengembalikan ingatan dan sikis korban.

Sekretaris DP3A Kota Bekasi, Mariana mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan komentar terkait kasus yang menimpa SU dan L. Karena korban belum bisa memberikan keterangan secara baik, dan saat di tanyakan korban masih menjawabnya berubah-ubah.

“Kita dan Pisikolog masih mendalami dan meminta keterangan korban, karena saat ini korban masih berubah-ubah keterangannya,” katanya.

Selain itu pihaknya telah mencoba menggali informasi korban melalui pisikologi yang dimilikinya, akan tetapi kapan akan selesai dirinya belum bisa menentukan.

“Kita akan coba mengembalikan sikis korban terlebih dahulu agar mereka memberikan informasi yang benar dan Tidak berubah-ubah lagi,” ujarnya.

Jika seandainya korban sudah merasa baik memberikan komentar peristiwa yang di alaminya akan di serahkan ke orang tuanya apakah ingin di lanjut ke raba hukum atau secara kekeluargaan.

“Ya kalau sudah kita menemukan informasi yang valid kita serahkan ke orang tuanya mau keranah hukum atau kekeluargaan,” ungkapnya.

Untuk di ketahui kedua korban SU dan L yang mengalami pelecahan saat ini sedang di dalami oleh P2TP2A dan pihak P2TP2A di DP3A mencoba mengembalikan sikisnya supaya dapat digali informasi yang benar.

Example 120x600
Metropolitan

“Salah Satu upaya kita untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan dalam hal ini pekerja perempuan adalah melakukan program tes IVA. Jika perempuan bekerja maka dia tetap memiliki hak untuk melakukan reproduksi seperti ketika dia menyusui maka perusahaan harus menyiapkan tempat laktasi,” ucap Ida Fauziyah saat mengunjungi memantau tes IVA di PT Indofood, Cikarang Barat, Rabu 19 Juni 2024.

Metropolitan

“Saya sedang membuat prodak sistem pelaporan pencegahan atau prodak gratifikasi pungli. Jadi prodak ini kita akan scan barcode, jadi kalau ada laporannya disitu akan masuk. Kejadiannya kapan, dimana dan jam berapa. Jadi para supir bisa melaporkan ke situ,” kata Johan, Rabu 19 Juni 2024.