Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Metropolitan

Parah, Dishub ‘Biarkan’ Angkot Berasap Beroperasi di Jalan

×

Parah, Dishub ‘Biarkan’ Angkot Berasap Beroperasi di Jalan

Sebarkan artikel ini
Angkot berasap. (poto:Man)

BEKASI- Sebuah Angkutan Kota (Angkot) di Kota Bekasi diduga sudah tidak laik jalan (berasap) dan tanpa dilengkapi plat nomor kendaraan dengan bebasnya berseliweran di jalan utama Cut Meutia, Kota Bekasi, Rabu (10/7).

Parahnya lagi dalam aturan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, angkutan umum harus menggunakan kaca film minimal gelap 30 persen, namun kenyataannya angkot yang diketahui mengambil trayek K.11 ini dibagian belakang angkot hanya dilapisi plastik dan membahayakan penumpang yang naik.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Pantauan Bekasiguide.com, setidaknya ada 3 orang penumpang yang naik angkot ini.

“Wah kok bisa angkot gak laik pakai bisa beroperasi, apalagi tadi asepnya ngebul banget mas,” ucap Eka salah satu penguna jalan yang melintas.

Eka pun menyayangkan minimnya pengawasan Dinas Perhubungan Kota Bekasi terkait kendaraan umum yang tidak laik pakai namun masih beroperasi.

“Harusnya Dishub rajin dong melakukan pengawasan kepada angkot yang memang sudah tidak laik jalan. Sepertinya uji emisi yang digaungkan Dishub Kota Bekasi hanya seremonial belaka,” tegasnya.

“kalau diaturan kan jelas, standarisasi kendaraan angkutan umum untuk keselamatan penumpang. Ini kemana Dishub Kota Bekasi,” ketusnya. (Man)

Example 120x600
Metropolitan

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari gerakan keagamaan, tabur bunga untuk mengenang para pahlawan, hingga peresmian sejumlah infrastruktur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memotivasi masyarakat dalam membangun kota.
“Ini adalah rangkaian peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi. Kemarin ada gerakan mengenal Al-Qur’an, gerakan cinta Al-Qur’an melalui kegiatan menulis dan membaca Al-Qur’an, kemudian juga tabur bunga untuk mengenang para pahlawan,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi saat ini merupakan pewaris kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Selain itu, dalam momentum HUT Kota Bekasi tahun ini, pemerintah juga meresmikan sejumlah fasilitas serta membuka akses jalan yang dinilai menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga.
“Hari ini kita juga mempersembahkan satu jalan yang menjadi urat nadi Kota Bekasi, yaitu Jalan Swatantra yang sudah dibuka. Ini merupakan kerja keras yang dipercepat untuk dipersembahkan pada peringatan HUT Kota Bekasi,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa usia ke-29 tahun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Ini hanya bisa dilakukan jika masyarakat bersatu, bergotong royong, dan peduli terhadap pembangunan kota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang daerah, yakni M.H. Subuan. Penghormatan dilakukan dengan penempatan helm pahlawan serta penyediaan infografis sejarah di area Alun-Alun Kota Bekasi agar masyarakat dapat mengenal perjuangan tokoh tersebut.
Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota ke depan.
“Pemerintah hanya menggelorakan semangatnya, tetapi pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.