Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Politik

Komisi I DPRD Kota Bekasi Panggil Pengelola Sumur Gas Bumi JNG-4

×

Komisi I DPRD Kota Bekasi Panggil Pengelola Sumur Gas Bumi JNG-4

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Demokrat Ronny Hermawan

BEKASI- Belum adanya kejelasan Adendum PD Migas Kota Bekasi dan Pihak Foster terkait proyek pengeboran potensi gas di Sumur JNG-4 membuat berang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi.

Pihak Foster sendiri telah dipanggil oleh Komisi I DPRD Kota Bekasi pada, Rabu (27/3/2019) belum lama ini. Namun, hingga kini belum ada kejelasan terkait Adendum PD Migas dengan pihak Foster.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Rencananya, Komisi I DPRD Kota Bekasi akan memanggil pihak Foster selaku yang mengelola Sumur Gas Bumi JNG-4, Besok Kamis (4/4/2019).

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Demokrat Ronny Hermawan mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat untuk memanggil Pihak Foster terkait adendum perjanjian dan perizinan pengeboran sumur gas JNG-4.

“Sudah kami kirimkan surat untuk duduk bersama dengan pihak Foster, mudah-mudahan direkturnya datang, kalau hanya perwakilan saja, kami akan memanggil kembali sampai direktur utama pihak Foster datang,” ujar Ronny, Rabu (3/4/2019).

Menurut Ronny, sudah sepantasnya posisi direktur menemui lembaga pengawas di Kota Bekasi ini. Terlebih, seluruh pimpinan dan anggota di Komisi I DPRD keukeh meminta pihak Foster menghadirkan direktur dalam pemanggilan ini.

Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi Fraksi PKS Ariyanto Hendrata membenarkan jika lembaganya berharap akan sikap koperatif pihak Foster.

“Kita berharap direktur utamanya yg hadir, bukan perwakilan, karena ini menyangkut kebijakan yg strategis, Terkait adendum Perjanjian dan perizinan pengeboran sumur gas,” singkat Ariyanto. (MYA/ADV)

Example 120x600
Politik

“Selamat Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama. Satu abad NU telah membuktikan perannya sebagai penjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, perekat persatuan umat, serta pilar penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Sholihin dikutip bekasiguide.com, Kamis 05 Februari 2026.

Politik

“Saya lahir dari kedua orang tua yang berkecimpung di dunia pendidikan. Jadi saya besar dan tumbuh di dunia pendidikan. Dan yang paling mendasar terkait guru selain persoalan kesejahteraan tentunya harus diimbangi dengan meningkatkan profesionalitas guru,” ujarnya dikutip bekasiguide.com, Selasa 03 Februari 2026.