Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Politik

Komisi 1 DPRD dan Disperindag Bahas Revitalisasi Pasar Kranji

×

Komisi 1 DPRD dan Disperindag Bahas Revitalisasi Pasar Kranji

Sebarkan artikel ini
Komisi 1 DPRD Kota Bekasi menggelar rapat dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Bekasi membahas permasalahan revitalisasi Pasar Kranji Baru, Kamis (04/04/2019).

BEKASI- Komisi 1 DPRD Kota Bekasi menggelar rapat dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Bekasi membahas permasalahan revitalisasi Pasar Kranji Baru, Kamis (04/04/2019).

Rapat berlangsung di ruang rapat Komisi 1 dan dipimpin oleh anggota Komisi 1, Maryadi dan Arianto Hendrata juga mengundang UPTD pasar Kranji Baru, Lurah Jakarsampurna, kabag Hukum Pemkot Bekasi dan Sekdis Satpol PP Kota BekasI

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Maryadi mengatakan, sebelum ada direvitalisasi pasar harus ada MoU terlebih dahulu terkait kesepakatan harga, termasuk penampungan sementara kepada pedagang Pasar Kranji Baru.

“Ini prosesnya masih panjang,” kata Anggota Komisi 1 DPRD Kota Bekasi, Maryadi

Lebih lanjut Maryadi,mengatakanm Komisi 1 merencanakan akan memanggil pihak pengembang Revitalisasi Pasar Baru Kranji. Pemanggilan itu untuk dimintai klarifikasi terhadap pengembang soal permasalahan dengan pedagang Pasar Kranji Baru.

“Kita segera panggil pengembang Pasar Kranji Baru terkait permasalahan revitalisasi Pasar Kranji Baru,” ujarnya.

Sementara itu, Arianto Hendrata mengatakan, komisi 1 akan mengukur keseriusan dari pihak pengembang terkait yang terlihat dilapangan. Menurutnya, Tempat Penampungan Sementara (TPS) harus memada dan ada izin atau disosialisakan kemasyarakat sekitar,Lurah dan Camat

“Ini pasti akan menjadi pertanyaan warga, pihak Kelurahan dan Kecamatan juga tidak mendapat informasi atau sosialisasi dari pihak pengembang Pasar Kranji Baru,” pungkasnya. (tnc/adv)

Example 120x600
Politik

“Selamat Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama. Satu abad NU telah membuktikan perannya sebagai penjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, perekat persatuan umat, serta pilar penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Sholihin dikutip bekasiguide.com, Kamis 05 Februari 2026.

Politik

“Saya lahir dari kedua orang tua yang berkecimpung di dunia pendidikan. Jadi saya besar dan tumbuh di dunia pendidikan. Dan yang paling mendasar terkait guru selain persoalan kesejahteraan tentunya harus diimbangi dengan meningkatkan profesionalitas guru,” ujarnya dikutip bekasiguide.com, Selasa 03 Februari 2026.