Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Politik

Tidak Mengandung Unsur Kampanye, Bawaslu Hentikan Kasus Intan Fauzi

×

Tidak Mengandung Unsur Kampanye, Bawaslu Hentikan Kasus Intan Fauzi

Sebarkan artikel ini

BEKASI- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bekasi menghentikan kasus dugaan pelanggaran kampanye Caleg DPR-RI Dapil Jabar VI, Hj Intan Fauzi, SH, LL.M lantaran tidak terdapat unsur tindak pidana pemilu. Alasannya, barang bukti yang disajikan tidak mengandung unsur kampanye.

Hal itu diputuskan usai Bawaslu Kota Bekasi menggelar rapat pembahasan kedua di Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) bersama Polres Metro Kota Bekasi dan Kejaksaan Senin (25/3) kemarin.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Dalam surat pemberitahuan yang telah diumumkan di Kantor Bawaslu Kota Bekasi, Senin (25/3/2019), menyatakan perkara Nomor Temuan 10/TM/PL/Kot/13.03/III/2019 bukan tindak pidana Pemilu, sehingga tidak dapat diteruskan atau tidak dapat ditindaklanjuti sebab tidak terdapat unsur tindak pidana pemilu.

Berdasarkan penelitian dan pemeriksaan dalam surat yang ditandatangani Ketua Bawaslu Kota Bekasi, Tomy Suswanto SE tertanggal 25 Maret 2019, menyatakan laporan dugaan pelanggaran tindak pidana Pemilu berupa dugaan pelanggaran kampanye oleh Hj Intan Fauzi, SH, LL.M Caleg nomor urut 2 PA), Dapil Jabar VI (Kota Depok dan Kota Bekasi) bukan pelanggaran tindak pidana Pemilu.

“Kami juga melakukan pemeriksaan lapangan dan meminta keterangan dari saksi ahli, sehingga pada tahap kesimpulan dari Bawaslu, Kepolisian dan Kejaksaan dapat disimpulkan hasil yang objektif, karena kami senantiasa bekerja professional dalam menangani setiap laporan,” papar Ketua Bawaslu Tomy. (Muh)

Example 120x600
Politik

“Pada pileg kemarin, Heri Koswara sendiri saja yang masih menjadi caleg memperoleh 168 ribu suara dan menjadi peraih suara terbanyak pada caleg. Ditambah perolehan suara PKS yang sekitar 300 ribu lebih. Kita anggap saja pemilih Heri Koswara dan pemilih PKS orang yang sama, berarti Heri Koswara sudah memiliki modal suara sekitar 25 persen dari jumlah DPT di Kota Bekasi,” ujranya dikutip bekasiguide.com pada Jumat, 19 Juli 2024.

Politik

“Ya dari DPP PDI-P pusat melalui DPD PDI P Jabar saya akan langsung menyerahkan Surat Tugas Bacalon Wali Kota Bekasi ke pak Tri Adhianto. Bagi pak M2 akan membantu memenangkan pak Tri di Pilkada,” ucap Ono sapaan akrabnya yang juga mencalonkan Gubernur Jabar, Selasa 16 Juli 2024.