Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Politik

DPRD Kota Bekasi Hadiri Rakernas IV ADEKSI 2019 di Mataram

×

DPRD Kota Bekasi Hadiri Rakernas IV ADEKSI 2019 di Mataram

Sebarkan artikel ini
Sebanyak 37 orang Anggota DPRD Kota Bekasi menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesiadi (ADEKSI) 2019 di Mataram dari 25 - 28 Februari 2019.

MATARAM- Sebanyak 37 orang Anggota DPRD Kota Bekasi menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesiadi (ADEKSI) 2019 sekaligus mengikuti Seminar Nasional di Hotel Lombok Raya Kota Mataram-NTB mulai dari tanggal 25 – 28 Februari 2019. Tema pada Rakernas IV ADEKSI 2019 kali ini Memperkuat Otonomi, memperkokoh NKRI untuk Keadilan dan Kesejahteraan Bangsa yang merupakan bentuk Refleksi dari Undang undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Pada Rakernas IV ADEKSI 2019 tersebut menghasilkan sebagai berikut :

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

I. Otonomi Daerah

a) Mendorong semua stakeholder untuk memaknai kembali otonomi daerah sebagai hak yang diberikan kepada rakyat daerah untuk mengatur dan mengurus diri sendiri karena adanya perbedaan kondisi geografis, suku, budaya, adat, agama dan nilai-nilai kebijaksanaan lokal lainnya (lokal wisdom) yang tidak mungkin diatur seragam oleh pemerintah pusat, sehingga daerah diberi hak untuk mengatur suatu hal yang berbed antara satu daerah dengan daerah lainnya dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

b) Merekomendasikan agar norma, standar prosedur dari kriteria (NSPK) yang dibuat oleh pemerintah pusat tidak terlalu rinci dan kaku afar tersedia ruang bagi daerah untuk mengatur sesuai kondisi daerah dan aspirasi rakyat daerahnya. NSPK direkomendasikan hanya mengatur standar nasional, hal-hal yang berpotensi untuk lahirnya kebijakan yang menguntungkan penyelenggara pemerintahan daerah dan mencegah diskriminasi sserta pengenalan metode kerja baru (inovasi). Dengan demikian maka akan tersedia ruang bagi daerah untuk menumbuhkan inovasi dan kreatifitas dalam rangka mempercepat kemajuan daerah.

c) Mengkaji ulang pembagian kewenangan antara pemerintah pusat, daerah Provinsi dan daerah Kabupaten/Kota untuk mempercepat pencapaian tujuan kemerdekaan Indonesia serta mempertegas kedudukan DPRD sebagai lembaga Perwakilan rakyat yang berada diluar pemerintah daerah. Dan memperkuat DPRD dengan memberikan ruang mengatur yang lebih besar sesuai dengan kondisi, aspirasi dan nilai-nilai lokal setempat.

II. Desentralisasi keuangan
a) Mendorong agar dilakukan perubahan atas Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Mengingat norma dalam Undang-undang tersebut sudah tidak sesuai dengan perimbangan urusan pemerintahan yang diatur dalam undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah.

b) Pada dasarnya semua pungutan pajak dan bukan pajak yang dilakukan oleh negara adalah membiayai pelayanan dan pembangunan sebagai tugas negara yang sebagian tugas itu diserahkan kepada daerah. Pembagian sumber keuangan antara pusat dan daerah baik melalui penyerahan sumber pendapatan maupun melalui dana transfer adalah konsekuensi dari adanya pembagian tugas negara yang diserahkan kepada daerah, dan bukan seolah-olah sebagai bantuan pusat kepada daerah. Oleh karena itu ADEKSI mendorong pemerintah Pusat untuk mengatur kembali pemberian sumber keuangan kepada daerah yang didasarkan atas keseimbangan beban urusan pemerintahan antara Pemerintah pusat dengan daerah dan antar daerah yang dirumuskan melalui perhitungan yang jujur, adil dan terbuka. Termasuk memberikan ruang untuk menentukan jenis pajak dan retribusi yang dapat dipungut oleh daerah dengan kriteria yang ditetapkan peraturan perundang-undangan.

III. Pengurus adeksi
Merekomendasikan pengurus ADEKSI untuk melakukan kajian lebih lanjut dan komperhensif mengenai makna otonomi daerah, kedudukandaerah otonom, kekuasaan daerah otonom. Kedudukan DPRD dan kepala daerah, hubungan daerah otonom dengan pemerintah pusat , serta perimbangan keuangan pusat dan daerah. ADEKSI dapat berkerjasama dengan lembaga yang kredibel untuk menyusun kajian yang dimaksud. Hasil nkajian tersebut dapat dijadikan rekomendasi ADEKSI kepada pemerintah Pusat dan DPR RI dalam merumuskan kebijakan otonomi daerah dan kebijakan desentralisasi Fiskal. (Adv)

Example 120x600
Politik

“Anggota PKD yang dibutuhkan sebanyak 56 orang dan untuk Proses pendaftaran atau pemasukan berkas calon anggota akan dimulai hari ini tanggal 18 sampai 21 Mei 2024, bisa langsung datang ke sekretariatan Bawaslu Kota Bekasi,” ungkap Basan, Sabtu 18 Mei 2024.

Politik

“Sebanyak 60 orang terdiri dari 5 orang 12 kecamatan. Setelah melewati beberapa proses pemeriksaan administrasi, pengujian pengetahuan KPU dan Pilkada kepemiluan, dan tahapan seleksi wawancara kami menetapkan masing-masing 5 orang PPK terpilih,” kata Ali.

Politik

“Saya sangat tertarik dengan program yang ditawarkan Pa Mochtar. Karena menurut saya sebagai warga itu sesuai dengan kebutuhan kami,” kata dia pada Selasa 14 Mei 2024.