Satu Juta Warga Kota Bekasi Belum Terdaftar Di BPJS

BPJS Kesehatan. (Image:istimewa)

BEKASI SELATAN- Sedikitnya sebanyak 1 juta penduduk Kota Bekasi belum terdaftar sebagai perserta BPJS Kesehatan. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala KCU BPJS Kesehatan Kota Bekasi, Siti Farida Hanoum, Sabtu (13/05).

Menurutnya, warga Kota Bekasi yang sudah terdaftar di BPJS Kesehatan saat ini baru sekitar 1,5 juta jiwa.“Kalau keseluruhan warga Kota Bekasi itu kisaran 2,5 juta jiwa, yang baru terdaftar baru 1,5 juta jiwa atau kisaran 76 persen. Jadi masih kurang 1 juta jiwa lagi,” tuturnya.

Farida mengatakan, di skala nasional BPJS Kesehatan memiliki target pada tahun 2019 nanti seluruh warga Indonesia telah terdaftar dan memiliki kartu kepesertaan BPJS Kesehatan baik mandiri maupun melalui perusahaan.“Target untuk Kota Bekasi per 1 Januari 2019 minimal 90% sudah terdaftar,” imbuhnya.

Untuk mempercepat proses administrasi dalam pendaftaran tersebut, Farida mengatakan terus mencoba mendekatkan diri kepada masyarakat Kota Bekasi agar bisa terjangkau seluruhnya.

“Makanya kami mencoba melakukan terobosan-terobosan seperti pendaftaran kami dekatkan ke tingkat kantor kecamatan, jadi warga bisa taruh berkas disitu dan kami proses,” pungkasnya.

Ia mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu lagi datang ke kantor BPJS hanya untuk melakukan pendaftaran kartu. Karena kini, sudah dapat dilakukan di kantor kecamatan.

“Ini bentuk kerjasama dengan pemda, jadi sekarang pendaftaran BPJS untuk peserta mandiri bisa dilakukan di 12 kantor kecamatan di Kota Bekasi,” ujar Farida

Menurutnya, masyarakat nantinya bisa meninggalkan kelengkapan berkas-berkas di loket khusus BPJs yang tersedia di kecamatan untuk nantinya dapat di proses.

“Selama ini kan selalu datang ke kantor. Sekarang bisa meninggalkan berkas di kecamatan, nanti dari kecamatan akan dibawa ke kantor cabang untuk diproses,” jelasnya.

Farida mengatakan, ini merupakan salah satu bentuk pelayanan guna komitmen mendekatkan diri antara BPJS dengan masyarakat. Terutama bagi yang rumahnya jauh dari kantor kecamatan.

“Saya harap, nantinya di semester dua akan bisa diperluas sampai ke tingkat kelurahan, supaya dapat menjangkau semua. Kita kan target 2019 seluruh masyarakat Indonesia dapat terdaftar sebagai pengguna BPJS,” pungkasnya. (BK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *