Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Metropolitan

Ngaku Mantan Anggota TNI, Pria Ini Nekat Duduk Ditengah Jalan

×

Ngaku Mantan Anggota TNI, Pria Ini Nekat Duduk Ditengah Jalan

Sebarkan artikel ini
Pria yang mengaku mantan TNI sedang dimintai keterangan oleh Polisi terkait dirinya duduk di tengah jalan.

BEKASI- Seorang pria membawa pisau sangkur dan mengaku mantan Anggota TNI, lengkap mengenakan atribut Pemuda Panca Marga duduk menghalangi kendaraan di tengah Jalan Raya Sersan Marjuki RT.04/02, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan pada Rabu (08/03) sekitar pukul 11:00WIB.

Diketahui, pria tersebut adalah Iman Saprudin, warga yang tinggal di RT.03 RW.04 Asrama Kodim yang  salah satu anggota Pemuda Panca marga,  Mariyam ( Orang Tua ) asrama Kodim, Rt 03 Rw 04 Kelurahan Margajaya, Bekasi Selatan.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Kanit Binmas Polsek Bekasi Selatan, Iptu Puji Astuti menjelaskan  kronologis kejadian, Awal mula kejadian Anggota Bhabinkamtibmas mendapat laporan melalui telpon dari warga terkait adanya seseorang yang mengaku sebagai mantan anggota TNI menggunakan Atribut Pemuda Panca Marga.

Menurut Keterangan pelapor, bahwa Iman Saprudin sedang duduk ditengah jalan sambil menundukkan kepala dan tidak mau mendengar atau memperdulikan teguran warga atau pengguna jalan raya.

“Karena posisinya yang sangat mengganggu pemakai jalan, kemudian warga bermaksud mengarahkan Iman agar pindah ketempat yang lebih aman. Namun upaya tersebut tidak berhasil di laksanakan karena Iman tetap diam di tengah jalan,” jelasnya kepada B’Guide.com pada Kamis (09/03).

Lebih lanjut Puji menuturkan, dengan alasan demi keselamatan pribadi, dengan menghalangi Kendaraan yang lewat sehingga mengganggu warga di sekitar lingkungan, akhirnya Iman Saprudin di amankan Anggota Bhabinkamtibmas dan dibawa ke Polres Metro Bekasi Kota.

“Dalam kejadian tersebut, barang milik Iman Saprudin yaitu sebuah Pisau Sangkur diamankan. Keluarga yang bersangkutan juga sudah kita beritahu,” tandasnya. (KTN)

Example 120x600
Metropolitan

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari gerakan keagamaan, tabur bunga untuk mengenang para pahlawan, hingga peresmian sejumlah infrastruktur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memotivasi masyarakat dalam membangun kota.
“Ini adalah rangkaian peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi. Kemarin ada gerakan mengenal Al-Qur’an, gerakan cinta Al-Qur’an melalui kegiatan menulis dan membaca Al-Qur’an, kemudian juga tabur bunga untuk mengenang para pahlawan,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi saat ini merupakan pewaris kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Selain itu, dalam momentum HUT Kota Bekasi tahun ini, pemerintah juga meresmikan sejumlah fasilitas serta membuka akses jalan yang dinilai menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga.
“Hari ini kita juga mempersembahkan satu jalan yang menjadi urat nadi Kota Bekasi, yaitu Jalan Swatantra yang sudah dibuka. Ini merupakan kerja keras yang dipercepat untuk dipersembahkan pada peringatan HUT Kota Bekasi,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa usia ke-29 tahun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Ini hanya bisa dilakukan jika masyarakat bersatu, bergotong royong, dan peduli terhadap pembangunan kota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang daerah, yakni M.H. Subuan. Penghormatan dilakukan dengan penempatan helm pahlawan serta penyediaan infografis sejarah di area Alun-Alun Kota Bekasi agar masyarakat dapat mengenal perjuangan tokoh tersebut.
Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota ke depan.
“Pemerintah hanya menggelorakan semangatnya, tetapi pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.