Pertandingan cabang olahraga (cabor) Muaythai dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 resmi dibuka di GOR Basket Kota Bekasi, Senin (2/11/2026). Meski pertandingan mulai bergulir, panitia mengakui kesiapan venue belum sepenuhnya maksimal.
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Cabor Muaythai Indonesia, Deni Muhamad Ali, mengatakan kondisi venue baru mencapai sekitar 80 persen. Kendati demikian, pertandingan tetap dapat dilaksanakan dengan dukungan perlengkapan, peralatan medis, dan konsumsi yang telah disiapkan panitia.
“Venue ini baru 80 persen, belum 100 persen. Tapi alhamdulillah kita sudah bisa melaksanakan pertandingan Muaythai di venue ini,” ujar Deni saat pembukaan cabor Muaythai dikutip bekasiguide.com, Senin 02 November 2026.
Ia menyebut penggunaan GOR Basket Kota Bekasi untuk pertandingan Muaythai menjadi kebanggaan tersendiri. Menurutnya, penyelenggaraan tersebut juga menjadi momentum bagi panitia untuk menunjukkan kesiapan Kota Bekasi sebagai tuan rumah ajang olahraga tingkat provinsi.
Deni menyadari masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelayanan dan fasilitas. Karena itu, ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh kontingen yang datang dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.
“Kami sebagai panitia penyelenggara mohon maaf apabila masih ada kekurangan yang belum maksimal. Insyaallah, kami akan berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh kontingen,” katanya.
Ia memastikan panitia siap menerima masukan maupun keluhan dari manajer dan ofisial selama enam hari pelaksanaan pertandingan. Komunikasi langsung dengan panitia, lanjutnya, diharapkan dapat membantu menyelesaikan kendala yang muncul di lapangan.
“Apabila ada keluhan terkait fasilitas atau hal lainnya, silakan informasikan langsung kepada kami. Kami ingin seluruh kontingen merasa nyaman selama bertanding di Kota Bekasi,” ucap Deni.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe yang membuka secara resmi pertandingan tersebut mengingatkan para atlet agar tidak hanya mengejar medali, tetapi juga menjunjung tinggi nilai sportivitas dan kehormatan dalam bertanding.
Ia menilai Muaythai bukan sekadar olahraga bela diri, melainkan sarana membentuk karakter melalui keberanian, kedisiplinan, ketangguhan mental, serta kemampuan mengendalikan emosi dan menghormati lawan.
“Petarung sejati bukan hanya mereka yang mampu mengalahkan lawan, tetapi mereka yang mampu mengalahkan rasa takut, mengendalikan emosi, dan menghormati setiap orang yang dihadapi,” ujarnya.
Menurutnya, Porprov XV Jawa Barat 2026 menjadi kesempatan untuk menjaring atlet-atlet potensial yang nantinya mampu mengharumkan nama Jawa Barat di tingkat nasional maupun internasional. Ia berharap kompetisi tersebut melahirkan atlet berprestasi yang memiliki integritas dan jiwa patriotisme.
Abdul Harris juga meminta wasit dan juri menjalankan tugas secara profesional, objektif, adil, dan transparan. Sementara itu, para atlet diharapkan mematuhi aturan pertandingan, mengutamakan keselamatan, serta menghormati setiap keputusan yang diambil sesuai mekanisme yang berlaku.
“Bertandinglah dengan keberanian, berjuanglah dengan kehormatan, menanglah dengan kerendahan hati, dan jika belum berhasil, bangkitlah dengan semangat yang lebih tinggi,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Porprov tidak hanya diukur dari perolehan medali, tetapi juga dari terjaganya persaudaraan antaratlet dan kontingen. Menurutnya, semangat kompetisi harus berjalan beriringan dengan persatuan seluruh insan olahraga Jawa Barat.
“Di arena kita boleh menjadi lawan, tetapi di luar arena kita tetap saudara. Bertanding untuk kemenangan, bersatu untuk kejayaan Jawa Barat,” tandasnya.








