Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menargetkan pembangunan flyover di Kota Bekasi mulai dikerjakan pada 15 November 2026. Target tersebut menyusul penandatanganan kontrak pembangunan yang dijadwalkan berlangsung pada 14 November 2026.
Tri mengatakan, pemerintah daerah saat ini terus mengupayakan percepatan pembebasan lahan agar proses pembangunan tidak mengalami hambatan. Berdasarkan data pemerintah, dari total 76 bidang tanah yang dibutuhkan, sebanyak 40 bidang telah selesai dibebaskan. Sementara itu, masih terdapat sekitar 36 bidang yang proses penyelesaiannya terus diupayakan.
“Dari 76 bidang, yang sudah selesai 40. Nah, ini tinggal sekitar 36 bidang. Sebagian juga milik PGT, sebagian ada yang milik Kemensos, kemudian ada fasos-fasum,” kata Tri dikutip Bekasiguide.com, Jumat 30 Oktober 2026.
Ia menyebut, Pemkot Bekasi telah meminta bantuan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk membantu komunikasi dengan instansi terkait agar proses pembebasan lahan dapat dipercepat.
Tri mengatakan, terdapat kemungkinan sejumlah bidang tanah yang belum selesai pembayarannya akan ditempuh melalui mekanisme konsinyasi atau penitipan uang ganti kerugian di pengadilan.
“Memang ada potensi terkait dengan yang akan dititipkan di pengadilan, tapi saya kira mekanismenya sudah berjalan. Jadi nanti dikonsinyasikan sehingga proses pelaksanaan pembangunan jalan tidak ada hambatan,” ujarnya.
Menurut Tri, pembangunan flyover tersebut membutuhkan anggaran hampir Rp188 miliar. Karena itu, perhatian pemerintah pusat terhadap proyek tersebut perlu dimanfaatkan agar pembangunan dapat segera direalisasikan.
Ia juga meminta warga yang telah menerima pembayaran ganti rugi untuk membongkar bangunannya secara mandiri. Pemerintah memberikan waktu satu minggu setelah pembayaran sebelum melakukan pembongkaran apabila bangunan belum dikosongkan.
“Bagi yang sudah dibayarkan, kita berharap mereka bisa membongkar sendiri. Kita berikan waktu satu minggu setelah pembayaran. Kalau minggu depan tidak membongkar, berarti kita yang bongkar,” jelasnya.








