Puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di RW 18, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, digelar meriah di Lapangan BLK dengan melibatkan warga dari RT 01 hingga RT 07.
Kegiatan dikemas sederhana sebagai pesta rakyat sekaligus momentum mempererat kebersamaan warga. Ketua RW 18 Nuramin mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat hubungan antarwarga. Ia juga menanggung sebagian kekurangan biaya kegiatan menggunakan dana pribadi agar tidak membebani iuran warga.
“Saya ingin momentum ini jadi pemersatu antarwarga. Soal anggaran tak perlu diperdebatkan, yang penting kita bisa bahagia bersama,” kata Nuramin dalam keterangannya dikutip bekasiguide.com, Sabtu 22 Agustus 2026 maam.
Pelaksanaan acara turut melibatkan Karang Taruna RW 18 yang menangani berbagai kebutuhan teknis, mulai dari panggung, tata suara hingga mengatur penampilan dari tujuh RT.
“Ini gawean bareng. Pak RW juga turun bersama kita, tidak hanya memerintah. Warga mau datang dan guyub saja sudah membuat capek terbayar,” ujar anggota Karang Taruna RW 18, Dwi.
Selain pertunjukan seni, kegiatan tersebut menjadi momentum penyerahan secara simbolis hibah Pemerintah Kota Bekasi senilai Rp100 juta yang disalurkan melalui RW untuk memenuhi kebutuhan masing-masing RT.
Hibah tersebut diwujudkan dalam sejumlah inventaris lingkungan, di antaranya gerobak sampah, tenda, mesin printer, kaca cembung, alat fogging dan mesin rumput. Bantuan itu diharapkan mendukung kebersihan serta keamanan lingkungan.
Sektor kesehatan juga mendapat perhatian melalui penambahan alat kesehatan untuk empat Posyandu di RW 18. Peralatan tersebut antara lain alat pemeriksaan darah dan gula darah untuk mendukung pelayanan balita dan lansia di tujuh RT.
Ketua Posyandu RT 05 Rohimah menyebut bantuan tersebut membantu meningkatkan pelayanan kesehatan warga.
“Selama ini kami sering terbatas alat cek darah dan gula darah. Dengan adanya hibah ini, pelayanan kesehatan untuk lansia dan balita menjadi lebih optimal,” kata Rohimah.
Perayaan HUT RI di RW 18 Jakasetia tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga dimanfaatkan untuk memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan fasilitas dan pelayanan lingkungan.
“Yang terpenting bukan hanya meriahnya acara, tetapi bagaimana kebersamaan warga terus terjaga dan lingkungan semakin berdaya,” kata Nuramin.








