Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi memastikan hingga saat ini belum ada laporan kekeringan yang masif maupun signifikan di wilayah Kota Bekasi.
Plt Kalak BPBD Kota Bekasi, Wiratma Puspita mengatakan, gangguan pasokan air yang terjadi di sejumlah wilayah saat ini lebih berkaitan dengan terganggunya pelayanan Perumda Tirta Patriot.
“Untuk Kota Bekasi saat ini belum ada laporan kekeringan yang masif atau yang signifikan. Selama ini yang terganggu baru PDAM,” ujar Wiratma dikutip Bekasiguide.com, Senin 10 Agustus 2026.
Wiratma menjelaskan, pendistribusian air bersih dilakukan berdasarkan informasi dari Perumda Tirta Patriot terkait wilayah pelanggan yang mengalami gangguan.
“Pergerakan masih dari komando PDAM karena itu pelanggan mereka yang terganggu. Info dari PDM ke kami, di daerah mana kita dropping,” katanya.
Meski belum menerima laporan kekeringan dari masyarakat, BPBD memastikan siap menyalurkan air bersih apabila warga mengalami kesulitan mendapatkan air. Masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui layanan darurat 112. Setelah laporan diterima, BPBD akan menindaklanjutinya dengan melakukan dropping air bersih ke lokasi warga yang membutuhkan.
“Nanti kami akan langsung dropping air bersih ke warga,” ucapnya.
Wiratma menambahkan, Kota Bekasi memiliki sejumlah wilayah yang pernah mengalami kekeringan. Salah satunya Bekasi Utara yang tercatat mengalami kekeringan pada 2015 dan 2016. Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Bekasi bersama Kodim dan BNPB juga telah menyiapkan sejumlah sumber air untuk menghadapi potensi kekeringan di sejumlah wilayah.
BPBD mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum kondisi berkembang menjadi lebih luas.
“Kalau laporan dari masyarakat saat ini memang belum ada kekeringan. Tapi apabila ada, bisa disampaikan ke 112. Nanti kami akan langsung dropping air bersih ke warga,” tutupnya.








