ADA hal menarik, ketika silaturahmi pewarta digelar di Madrasah Hikmatunidhom, Gunung Suruh, Sukabumi pada Selasa 06 Mei 2026.
“Sangat berisi dan berkesan,” kata H. Ismail, Pimpinan Umum Ketua Forum Komunikasi Pewarta Kepolisian Republik Indonesia (FKPK-RI).
Silaturahmi yang dikemas sebagai ajang reuni dan saling memotivasi sesama pewarta. Bahkan, juga motivasi kepada para dai, yang juga sebagai pewarta agama.
Acara diawali dengan saling menyapa. Menceritakan kesan dan juga harapan pra pewarta dan juga para dai religi.
“Pewarta dan dai itu esensinya sama. Menyampaikan hal yang benar untuk kemaslahatan umat,” kata H. Amin Idris, pembicara utama dalam acara tersebut.
Forum ini adalah kumpulan pewarta (atau wartawan) yang sampai kini masih aktif meski usia mereka kebanyakan sudah lanjut. Mereka aktif di Sukabumi. Diantaranya ada juga pewarta religi atau dai. Kedekatan ini megemban amanah yang sama sebagai penyampai hikmah.
Penyampai kebenaran memiliki tujuan yang mulia. Memiliki hikmah dan manfaat bagi sesama. Disamping juga mereka memiliki syarat yang mulia.
“Mereka tidak menyebarkan hoaks, karena sudah melaui cek-ricek atau tabayun,” kata H Amin.
Pewarta di era sekarang memiliki saingan yang lumayan kuat dan lebih canggih. Era digital mengharuskan pewarta kian mengembangkan diri. Dan tidak terjebak kepada pelaku penyebar fitnah atau hoaks.
Acara silaturahmi ini dihadiri sekitar 50 pewarta dari sejumlah perwakilan daerah di Jawa Barat. Tampak hadir H. Ismail Sulaieman, AKBP (Purn) Yunus Siprianus (Kordinatir Jawa Barat), KH. Ubaidillah (Sekjen), Kepala Desa Gununguruh, Tokoh Masyarakat dan Agama.
Amin Idris juga menyampaikan pewarta mulai memperbaiki kemampuan menulis di era digital ini. Perbaikan kemampuan diperlukan demi tetap eksis dan bermanfaat bagi lingkungan. Seperti kemampuan menulis buku, karena menulis buku berbeda dengan menulis berita.








