Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Peristiwa

Rawalumbu dan Bekasi Timur Jadi Titik Rawan Peredaran Obat Keras

×

Rawalumbu dan Bekasi Timur Jadi Titik Rawan Peredaran Obat Keras

Sebarkan artikel ini

Peredaran obat keras dan obat berbahaya tanpa izin di Kota Bekasi masih menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Dua wilayah, yakni Rawalumbu dan Bekasi Timur, disebut sebagai titik dengan tingkat peredaran tertinggi.

Kasatresnarkoba Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Untung Riswaji mengungkapkan bahwa pihaknya terus melakukan upaya pemberantasan bersama jajaran Polsek guna menekan peredaran tersebut.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Wilayah yang paling tinggi saat ini ada di Rawalumbu dan Bekasi Timur. Namun, penanganannya juga semakin sulit karena modus yang digunakan sudah berubah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebelumnya peredaran obat keras banyak ditemukan melalui warung atau toko. Namun kini, pelaku beralih menggunakan metode transaksi langsung atau cash on delivery (COD), bahkan dengan sistem pertemuan singkat di lokasi tertentu.

Menurutnya, perubahan pola ini membuat proses pendeteksian menjadi lebih menantang. Meski demikian, pihak kepolisian tetap mengandalkan informasi dari personel di lapangan untuk melakukan penyelidikan.

“Kami sudah memahami ciri-ciri transaksi di lapangan. Biasanya ada seseorang yang duduk, kemudian didatangi orang lain. Dari situ kami lakukan pemantauan hingga pengungkapan,” jelasnya.

Selain itu, peredaran obat keras juga dinilai berpotensi memicu tindak kriminalitas, karena efek yang ditimbulkan dapat meningkatkan keberanian pelaku kejahatan.

Meski begitu, pihak kepolisian memastikan bahwa upaya penindakan terus dilakukan. Bahkan, dalam pengungkapan terbaru, jajaran Polsek Bantar Gebang berhasil mengamankan ribuan butir obat keras pada dini hari.

“Ini menjadi komitmen kami untuk terus memberantas peredaran obat berbahaya di wilayah hukum Polres Metro Bekasi Kota,” tegasnya.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dengan melaporkan aktivitas mencurigakan terkait peredaran obat keras di lingkungan masing-masing.

Example 120x600
Peristiwa

“Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas mengamankan dua orang pria beserta barang bukti yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika jenis sabu,” kata Aliyani dikutip Bekasiguide.com, Jumat 23 Oktober 2026. 

Peristiwa

“Kami telah meminta keterangan para pihak dan menelusuri informasi yang diperoleh. Setiap fakta kami periksa secara objektif, termasuk pengakuan yang bersangkutan mengenai bagaimana kucing itu terlepas, sehingga penanganannya didasarkan pada keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Verdika dikutip Bekasiguide.com, Sabtu 17 Oktober 2026.

Peristiwa

“Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan membagi personel menjadi tiga SRU. SRU pertama menggunakan perahu karet dan SRU kedua menggunakan perahu rafting, masing-masing melakukan penyisiran sejauh 200 meter dari lokasi kejadian. Sementara itu, SRU ketiga melakukan pencarian secara visual melalui jalur darat dengan area penyisiran hingga satu kilometer dari titik lokasi kejadian,” ujar Bobby dikutip Bekasiguide.com, Jumat 16 Oktober 2026.

Peristiwa

“Dalam kejadian tersebut, AZ diduga menodongkan pistol jenis airgun kepada korban sambil berkata, “Serahin handphonenya.”pelaku kemudian melepaskan satu kali tembakan ke arah atas sebelum meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP). Korban sempat mengejar para pelaku sambil berteriak meminta pertolongan,” jelas Kapolres dikutip Bekasiguide.com, Kamis 15 Oktober 2026.

Peristiwa

“PUSPAGA Kota Bekasi memiliki komitmen yang kuat dalam perlindungan korban dan saksi. Kami sebenarnya sudah menyiapkan skema pencegahan dini, baik terkait kebutuhan psikologis maupun perlindungan hukum,” kata Resa dikutip Bekasiguide.com, Kamis 15 Oktober 2026.